EcoBALL

Senin, 11 April 2011

"Tepuk Cinta"

Posted by Haryo-no 05.59, under | No comments

Pertama aku cinta pada Allah (plok..plok..plok..)
Kedua aku cinta Rasulullah (plok..plok..plok..)
Ketiga aku cinta pada ayah dan bunda (plok..plok..plok..)
Saudara seiman dan seagama(plok..plok..plok..)

Minggu, 10 April 2011

“Terseyumlah, Bukan Tertawa” oleh Nurulhuda Al Arbiai

Posted by Haryo-no 07.28, under ,,, | No comments

Menjelang perpisahannya dengan Nabi Musa AS, Nabi Khidir AS memberikan nasihat kepadanya "hai Musa, janganlah kau terlalu banyak bicara, dan janganlah banyak tertawa, juga jangan mentertawakan orang yang berbuat salah, dan tangisilah dosa-dosa yang telah kamu perbuat, hai putra Ali Imron" (tanbighul ghafilin 192-193). Tertawa, tentu saja bukanlah sesuatu yang dilarang. Siapa saja boleh tertawa selagi ingin. Dengan tertawa menunjukkan bahwa seseorang sedang dalam keadaan senang. Bahkan tertawa bisa menjadi ilham bagi seorang penulis untuk untuk membuat buku. Akan tetapi, tertawa dalam pengertian mengeluarkan suara meledak-ledak oleh sebab rasa suka, geli, apalagi mengandung unsur menghina seseorang, ini akan lain ceritanya. Tertawa dengan cara seperti ini yang disuruh dihindari oleh Nabi Khidir.

Subhanallah, tidak didapati dalam ajaran diluar islam yang mengatur tata hidup sedemikian rupa, hingga masalah kecil seperti tertawa. Allah SWT befirman : "Maka hendaklah mereka sedikit tertawa dan banyak menangis sebagai pembalasan dari apa yang selalu mereka kerjakan." (QS. At-Taubah:82). Dalam salah satu hadis Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan Abu Dzar beliau bersabda: "Seandainya kamu mengetahui apa yang aku ketahui, niscaya kamu sedikt tertawa..".
Rasulullah SAW tidak pernah tertawa, kecuali hanya tersenyum, tidak menoleh kecuali dengan menghadapkan semua tubuh anggotanya. Berdasarkan hadits di atas, sebagian ulama' berpendapat bahwa senyum itu hukumnya sunnah, sedang tertawa terbahak-bahak dihukumi makruh. Maka bagi mereka yang tetap ingin sehat akalnya, sepatutnya menjauhi tertawa dengan cara demikian yakni terbahak-bahak, kata al-faqih Abu Laits Samarqandi. dengan kata lain orang yang tidak bisa mengendalikan diri dan gemar tertawa-tawa, akan membuat fungsi akalnya terganggu, lengah dan lupa diri, yang berarti membuka pintu bagi syetan untuk masuknya godaan.

Dalam surat An-Najm:59-61 memperingatkan: "Apakah dengan ajaran ini kalian takjub ? Kamu tertawa dan tidak menangis. Sedangkan kalian terlengah." Ibnu Abbas berkata: barangsiapa yang tertawa disaat berbuat maksiat, maka akan bercucuran tangis di neraka. Tertawa yang berlebihan, termasuk diantara tiga perkara yang menyebabkan hati seorang menjadi bebal dan membatu. Sedang dua penyebab yang lainnya yaitu: belum lapar sudah makan lagi dan gemar omong kosong.

Terkadang kita mendapati seseorang yang kesibukannya membuat orang tertawa-tawa, sehinggan bukan semata-mata menjadi hiburan hati, tapi sudah mengarah kepada membuat orang menajadi lengah dan lupa. Kepada orang yang berbuat seperti ini Rasulullah SAW memberi peringatan "Celakahlah orang yang berdusta supaya ditertawakan orang lain, celakahlah dia, celakahlah dia."(HR. Tirmidzi). Orang yang terbiasa tertawa-tawa mendapati suasana yang sepi menjadi sunyi, bila tidak kunjung diobati. Sedangkan menurut Yahya Mu'adz Razy sebagaimana dikutip Al-Faqih ada empat hal yang dapat menjadi obat bagi mereka yang terkena penyakit tertawa, yaitu:

1. ingat akan dosa-dosa yang telah diperbuat selama ini

2. sibuk dengan bekerja untuk memnuhi kebutuhan keluarga dan diri sendiri

3. ingat bahwa jatah umur yang ada tinggal sedikit, dan akan datang kehidupan baru di akhirat

4. memperhatikan setiap musibah yang menimpa, baik diri sendiri, keluarga, maupun orang lain.



Sementara itu Sayyidina Salman Al-Farisi RA pernah berkata "ada tiga hal yang membuatku tertawa:

1. Aku tertawa melihat orang yang berangan-angan panjang dengan dunia padahal maut tengah mengejarnya

2. Orang yang lengah sedang maut tak pernah lengah darinya

3. Serta orang yang tertawa dengan mulut yang terbuka penuh. sementara ia tidak tahu apakah perbuatannya diridloi atau dimurkai Allah.

Semoga Allah SWT senantiasa membimbing kita ke arah hidup yang Allah selalu meridloi amalan kita. Amiinn.....pemudaislam.co.tv

Si Belang, Botak dan Si Buta

Posted by Haryo-no 07.24, under , | No comments

Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam pernah menceritakan (artinya): “Ada tiga orang dari Bani Israil menderita penyakit belang, botak, dan buta. Allah hendak menguji mereka, maka Allah pun utus kepada mereka Malaikat. Malaikat itu datang kepada si belang dan bertanya: Apakah yang paling kamu dambakan? Si belang menjawab: Saya mendambakan paras yang tampan dan kulit yang bagus serta hilang penyakit yang menjadikan orang-orang jijik kepadaku. Malaikat itu pun mengusap si belang, maka hilanglah penyakit yang menjijikkannya itu, bahkan ia diberi paras yang tampan. Malaikat itu bertanya lagi: Harta apakah yang paling kamu senangi? Si belang menjawab: Unta. Kemudian ia diberi unta yang bunting sepuluh bulan. Dan malaikat tadi berkata: Semoga Allah memberi barakah atas apa yang kamu dapatkan ini.

Kemudian Malaikat itu datang kepada si botak dan bertanya: Apakah yang paling kamu dambakan?

Si botak menjawab: Saya mendambakan rambut yang bagus dan hilangnya penyakit yang menjadikan orang-orang jijik kepadaku ini. Malaikat itu pun mengusap si botak, maka hilanglah penyakitnya itu, serta diberilah ia rambut yang bagus. Malaikat itu bertanya lagi: Harta apakah yang paling kamu senangi? Si botak menjawab: Sapi. Kemudian ia diberi sapi yang bunting. Dan malaikat tadi berkata: Semoga Allah memberi barakah atas apa yang kamu dapatkan ini.

Kemudian Malaikat itu datang kepada si buta dan bertanya: Apakah yang paling kamu dambakan? Si buta menjawab: Saya mendambakan agar Allah mengembalikan penglihatanku sehingga aku dapat melihat. Malaikat itu pun mengusap si buta, dan Allah mengembalikan penglihatannya. Malaikat itu bertanya lagi: Harta apakah yang paling kamu senangi? Si buta menjawab: Kambing. Kemudian ia diberi kambing yang bunting.

Selang beberapa waktu kemudian, unta, sapi, dan kambing tersebut berkembang biak yang akhirnya si belang tadi memiliki unta yang memenuhi suatu lembah, demikian juga dengan si botak dan si buta, masing-masing memiliki sapi dan kambing yang memenuhi suatu lembah.

Kemudian Malaikat tadi datang kepada si belang dengan menyerupai orang yang berpenyakit belang seperti keadaan si belang waktu itu, dan berkata: Saya adalah orang miskin yang kehabisan bekal di tengah perjalanan. Sampai hari ini tidak ada yang mau memberi pertolongan kecuali Allah kemudian engkau. Saya meminta kepadamu -dengan menyebut Dzat Yang telah memberi engkau paras yang tampan dan kulit yang bagus serta harta kekayaan- seekor unta untuk bekal dalam perjalanan saya. Si belang berkata: Hak-hak yang harus saya berikan masih banyak.

Malaikat itu berkata: Kalau tidak salah saya sudah mengenalimu. Bukankah kamu dahulu orang yang berpenyakit belang sehingga orang lain merasa jijik kepadamu? Bukankah kamu dahulu orang yang miskin kemudian Allah memberi kekayaan kepadamu? Si belang berkata: Harta kekayaanku ini adalah warisan dari nenek moyangku. Malaikat itu berkata: Jika kamu berdusta, semoga Allah mengembalikanmu seperti keadaan semula.

Kemudian Malaikat itu datang kepada si botak seperti keadaan si botak waktu itu. Dan berkata kepadanya seperti apa yang dikatakan kepada si belang. Si botak juga menjawab seperti jawaban si belang tadi. Kemudian Malaikat tadi berkata: Jika kamu berdusta, semoga Allah ? mengembalikanmu seperti keadaan semula.

Kemudian Malaikat tadi mendatangi si buta dengan menyerupai orang buta seperti keadaan si buta waktu itu dan berkata: Saya adalah orang miskin yang kehabisan bekal di tengah perjalanan. Sampai hari ini tidak ada yang mau memberi pertolongan kecuali Allah ? kemudian engkau. Saya meminta kepadamu -dengan menyebut Dzat Yang telah mengembalikan penglihatanmu- seekor kambing untuk bekal dalam perjalanan saya. Si buta berkata: Saya dahulu adalah orang yang buta kemudian Allah mengembalikan penglihatan saya. Maka ambillah apa yang kamu inginkan dan tinggalkanlah apa yang tidak kamu senangi. Demi Allah, sekarang saya tidak akan memberatkan sesuatu kepadamu yang kamu ambil karena Allah Yang Maha Mulia. Malaikat itu berkata: Peliharalah harta kekayaanmu, sebenarnya kamu itu diuji dan Allah telah ridha kepadamu dan murka kepada kedua temanmu (si belang dan si botak).” (HR. Al Bukhari dan Muslim, hadits ini juga disebutkan oleh Al Imam An Nawawi dalam Riyadhush Shalihin hadits no. 65)

Di dalam sabda Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam yang mulia tersebut banyak terkandung faedah dan pelajaran beharga bagi kaum muslimin. Tidaklah Rasulullah menceritakan kisah kejadian umat terdahulu melainkan untuk menjadi pelajaran bagi umat yang datang setelahnya.

"Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal. Al Quran itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, akan tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjelaskan segala sesuatu, dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman". (Yusuf: 111)

Sabtu, 09 April 2011

Kisah Abu Nawas

Posted by Haryo-no 09.28, under , | No comments

Kisah Abu Nawas: Rahasia Kotak-kotak Ajaib
Rahasia Kotak-kotak Ajaib

Malam berikutnya,sang Raja memerintahkan kepada Abu Nawas agar meneruskan kisah-kisah aneh dan ajaib, yang menjadi kegemaran sang Raja. Abu Nawas menjawab, “Dengan senang hati, wahai raja yang baik dan bahagia...”

Hamba mendengar, wahai sang Raja, pelayan itu menceritakan kepada raja Cina bahawa pemuda itu berkata:
Khalifah berkata kepada para pelayan, “Buka kotak ini, agar aku dapat melihat apa yang ada di dalamnya.”

Tetapi gadis itu berkata, “Wahai tuanku, bukalah kotak ini di hadapan Puan Zubaidah, sebab apa yang ada di dalamnya merupakan rahsianya, dan dia lebih mengistimewakan kotak yang satu ini berbanding semua kotak lainnya.”

Ketika khalifah mendengar penjelasannya, dia memerintahkan para pelayan untuk mengangkat kotak tersebut ke dalam, dan dua orang pelayan segera mengangkat kotak tempatku bersembunyi, sementara aku hampir tidak percaya bahawa aku masih hidup. Setelah kotak berada di dalam sebuah ruangan di mana pengawal yang kukenali sebelum ini berada di ruangan itu, dia segera memerintahkan aku agar segera keluar dari kotak.

Sambil membuka penutup kotak, dia berkata, “Keluarlah cepat dan naikilah tangga ini.” Aku berdiri dan keluar dari kotak, dan baru saja dia menutup kotak itu kembali dan aku menaiki tangga, para pelayan itu masuk membawa kotak-kotak lainnya, diikuti oleh khalifah. Lalu mereka membuka semuanya di hadapannya, sementara dia duduk di atas kotak tempatku bersembunyi sebelumnya. Lalu dia bangkit dan masuk ke dalam ruangan.

Sepanjang tempoh itu aku duduk dengan mulut kering kerana ketakutan. Tak lama kemudian gadis idamanku naik ke atas dan berkata padaku, “Tidak ada lagi yang perlu ditakutkan. Bergembiralah dan tunggu hingga Puan Zubaidah datang melihatmu, dan engkau mungkin akan memperolehi nasib baik dan mendapatkan diriku.”

Aku turun ke bawah, dan begitu aku duduk di sebuah ruangan kecil, masuklah sepuluh orang pelayan perempuan, semua bagaikan rembulan, dan berdiri dalam dua barisan, dan mereka diikuti oleh dua puluh orang perawan berdada tinggi, berjalan bersama Puan Zubaidah, yang hampir tidak dapat berjalan kerana berat membawa pakaian dan perhiasannya.

Ketika dia mendekatiku, para pelayan itu berpencar dan membawakannya sebuah kerusi, yang kemudian didudukinya. Lalu dia berseru kepada gadis-gadis itu, yang akhirnya berseru memanggilku, dan aku maju dan mencium tanah di hadapannya. Dia menyuruhku duduk, dan aku duduk di hadapannya, sementara dia bercakap-cakap denganku dan aku menjawab pertanyaan-pertanyaannya mengenai keadaanku.

Dia merasa senang denganku dan akhirnya berkata, “Demi Tuhan, tidak sia-sia aku membesarkan gadis ini. Dia seperti anakku sendiri, suatu amanah yang diberikan Tuhan kepadamu.” Lalu dia menyuruhku tinggal selama sepuluh hari di istana....

Tetapi fajar menyingsing. Abu Nawas terdiam, lalu sang Raja berkata, “Ceritamu benar-benar aneh dan menarik!” Abu Nawas menjawab, “Esok malam ceritanya lagi menarik dan lagi aneh.”

Dongeng Nashrudin Hoja

Posted by Haryo-no 09.08, under ,, | No comments

Kisah Nasrudin Hoja: Itik Berkaki Satu

Itik Berkaki Satu

Sekali lagi Nasrudin diundang Timur Lenk. Nasrudin ingin membawa buah tangan berupa itik panggang. Sayang sekali, itik itu telah dimakan Nasrudin sebuah kakinya pagi itu. Setelah berpikir-pikir, akhirnya Nasrudin membawa juga itik panggang berkaki satu itu menghadap Timur Lenk.

Seperti yang kita harapkan, Timur Lenk bertanya pada Nasrudin, "Mengapa itik panggang ini hanya berkaki satu, Mullah ?"

"Memang di negeri ini itik-itik hanya memiliki satu kaki. Kalau Anda tidak percaya, cobalah lihat di kolam."
Mereka berdua berjalan ke kolam. Di sana, banyak itik berendam sambil mengangkat sebuah kakinya, sehingga nampak hanya berkaki satu.

"Lihatlah," kata Nasrudin puas, "Di sini itik hanya berkaki satu."

Tentu Timur Lenk tidak mau ditipu. Maka ia pun berteriak keras. Semua itik kaget, menurunkan kaki yang dilipat, dan beterbangan.

Tapi Nasrudin tidak kehilangan akal. "Subhanallah," katanya, "Bahkan itik pun takut pada keinginan Anda. Barangkali kalau Anda meneriaki saya, saya akan ketakutan dan secara reflek menggandakan kaki jadi empat dan kemudian terbang juga."

Jangan Terlalu Dalam

Telah berulang kali Nasrudin mendatangi seorang hakim untuk mengurus suatu perjanjian. Hakim di desanya selalu mengatakan tidak punya waktu untuk menandatangani perjanjian itu. Keadaan ini selalu berulang sehingga Nasrudin menyimpulkan bahwa si hakim minta disogok. Tapi -- kita tahu -- menyogok itu diharamkan. Maka Nasrudin memutuskan untuk melemparkan keputusan ke si hakim sendiri.

Nasrudin menyiapkan sebuah gentong. Gentong itu diisinya dengan tahi sapi hingga hampir penuh. Kemudian di atasnya, Nasrudin mengoleskan mentega beberapa sentimeter tebalnya. Gentong itu dibawanya ke hadapan Pak Hakim. Saat itu juga Pak Hakim langsung tidak sibuk, dan punya waktu untuk membubuhi tanda tangan pada perjanjian Nasrudin.

Nasrudin kemudian bertanya, "Tuan, apakah pantas Tuan Hakim mengambil gentong mentega itu sebagai ganti tanda tangan Tuan ?"

Hakim tersenyum lebar. "Ah, kau jangan terlalu dalam memikirkannya." Ia mencuil sedikit mentega dan mencicipinya. "Wah, enak benar mentega ini!"

"Yah," jawab Nasrudin, "Sesuai ucapan Tuan sendiri, jangan terlalu dalam." Dan berlalulah Nasrudin.



Jatuh Ke Kolam

Nasrudin hampir terjatuh ke kolam. Tapi orang yang tidak terlalu dikenal berada di dekatnya, dan kemudian menolongnya pada saat yang tepat. Namun setelah itu, setiap kali bertemu Nasrudin orang itu selalu membicarakan peristiwa itu, dan membuat Nasrudin berterima kasih berulang-ulang.

Suatu hari, untuk yang kesekian kalinya, orang itu menyinggung peristiwa itu lagi. Nasrudin mengajaknya ke lokasi, dan kali ini Nasrudin langsung melompat ke air.

"Kau lihat! Sekarang aku sudah benar-benar basah seperti yang seharusnya terjadi kalau engkau dulu tidak menolongku. Sudah, pergi sana!"



Jatuhnya Jubah

Nasrudin pulang malam bersama teman-temannya. Di pintu rumah mereka berpisah. Di dalam rumah, istri Nasrudin sudah menanti dengan marah. "Aku telah bersusah payah memasak untukmu sore tadi !" katanya sambil menjewer Nasrudin. Karena kuatnya, Nasrudin terpelanting dan jatuh menabrak peti.

Mendengar suara gaduh, teman-teman Nasrudin yang belum terlalu jauh kembali, dan bertanya dari balik pintu,

"Ada apa Nasrudin, malam-malam begini ribut sekali?"

"Jubahku jatuh dan menabrak peti," jawab Nasrudin.

"Jubah jatuh saja ribut sekali ?"

"Tentu saja," sesal Nasrudin, "Karena aku masih berada di dalamnya."

Kamis, 07 April 2011

Hati hati dengan rokok anda

Posted by Haryo-no 07.10, under | No comments


Kita semua mungkin telah mengetahui dampak negatif dari rokok, tapi kali ini ada fakta baru bahwa ternyata filter rokok mengandung unsur babi. Ini hal yang mengagetkan tentunya, bayangkan jika ternyata perokok selama ini menghisap filter rokok yang berbahan unsur babi,,”untung tidak menghisap babi secara langsung..”

Industri rokok Indonesia masih mengimpor filter dari luar negeri. Dengan demikian, kemungkinan besar rokok yang dihisap oleh penduduk Indonesia ada unsur darah babi seperti temuan ilmuwan di Belanda.
“Ini temuan baru di Belanda dan Australia. Sangat mungkin masuk di Indonesia, karena filter kita impor,” kata Mantan Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Kartono Muhammad, kepada detikcom, Jumat (2/4/2010).
Data yang diperoleh Kartono dari sebuah situs perdagangan menyebutkan, jumlah impor filter rokok di Indonesia nilainya mencapai miliaran. Namun, tidak disebutkan negara mana saja yang dijadikan tujuan impor.
“Nggak disebut negara mana saja, tapi kan kemungkinan negara maju seperti Australia dan Amerika,” jelasnya.
Temukan penjelasan dan alasannya
http://konsultasikesehatan.net
http://www.lintasberita.com
http://sabili.co.id
http://www.kabarmuslim.com

Jumat, 25 Februari 2011

Panduan Tajwid Praktis

Posted by Haryo-no 23.53, under | No comments


Allah telah memilih bahasa arab sebagai bahasa Al Quran untuk manusia sebagai alat komunikasi antar sesame manusia melalui hambanya yang dipilihnya Muhammad Rasulullah saw.
Selamat dan sejahtera semoga tetap kepada nabi Muhammad saw. Keluarganya, sahabat-sahabatnya dan semua ummat yang mengikuti langkah perjalanan beliau hingga akhir zaman.
Allah berfirman :
1. bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan,
2. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.
3. Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha pemurah,
4. yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam[1589],
5. Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.

[1589] Maksudnya: Allah mengajar manusia dengan perantaraan tulis baca.
Karena bagi seorang muslim adalah suatu kewajiban untuk menjaga, memeluhara, dan mempelajari Al Quran, sebagai pegangan dan tuntunan hidup untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhiratRasulullah bersabda :
“Menuntut ilmu itu kewajiban bagi setiap muslim”.
Untuk membaca Al Quran dengan benar, teratur, baik dan tertib saya ingin membantu saudara-saudara ku membaca Al Quran dengan tuntunan ilmu tajwid, karena dengan ilmu tajwid setiap orang yang membaca Al Quran akan terhindar dari kesalahan baik dari segi kalimat maupun artinya.
Allah berfirman :
“Dan bacalah Al Quran itu dengan baik dan tertib”.
Rasulullah bersabda :
“Siapa yang ingin berdialog dengan Tuhan nya hendaklah ia membaca Al Quran”.
Rasulullah bersabda :
“Sebaik-baik manusia didunia, adalah orang yang mempelajari Al Quran dan mengajarkannya kepada orang lain”.
Ali Karramallahu wajhahu berkata:
“Siapa yang membaca Al Quran dalam Shalat maka diberi pahala setiap hurufnya 50 derajat, kalau diluar Shalat masih dalam keadaan wudhu diberi pahala 25 derajat, bahkan membacanya tanpa wudhu sekalipun masih diberi pahala 10 derajat untuk setiap hurufnya”.
Aisyah ra yang diriwayatkan oleh imam Bukhari :
“Orang yang membaca Al Quran, sedang Al Quran tidak ada bersamanya, maka dia termasuk golongan orang-orang yang mulia dan baik. Orang yang membaca Al Quran dan dia tertegun-tegun sehingga mendapat kesulitan, maka ia mendapat dua ganjaran”.
Rasulullah saw bersabda yang diriwayatkan oleh Imam Muslim :
“Dari Abi Umamah ra. Saya mendengar Rasulullah saw. Bersabda : Bacalah Al Quran sesungguhnya Al Quran besok pada hari kiamat akan mendatangkan pertolongan bagi yang membacanya”.
Rasulullah saw bersabda :
“Sesungguhnya orang yang kosong dadanya dari pada Al Quran, seperti rumah yang tinggal puing-puingnya yang sepi lagi menakutkan”.
Rasulullah saw :
“Jangan kamu jadikan rumah-rumahmu seperti kuburan, bahwasanya syaitan akan lari terpontang-panting dari suatu rumah yang didalamnya dibacakan Al Quran”.
Membaca Al-Qur’an merupakan kewajiban bagi setiap muslim. Membaca Al-Qur’an memiliki tata caranya tersendiri. Bagaimana tata membaca huruf-hurufnya, bagaimana melafalkan huruf-hurufnya, bagaimana membedakan satu huruf dengan yang lainnya dalam hukum dan tata cara pelafalannya, kapan bisa berhenti dan kapan terus membaca, dan tata cara lainnya. Ilmu tajwid, merupakan sebuah ilmu yang wajib dipelajari. Kata ulama, fardhu kifayah mempelajari ilmu tajwid. Bahkan tidak bisa sembarangan, harus ada ‘sanadnya’. Tetapi bukan berarti tidak bisa sama sekali belajar mandiri, karena bisa jadi kesulitan mencari guru yang ‘bersanad’.
Buku ringkas pelajaran ilmu tajwid ini mungkin cukup bermanfat sebagai langkah awal mempelajari ilmu tajwid. Bisa juga sebagai catatan kecil bagi mereka yang sudah pernah mempelajarinya jika sewaktu-waktu lupa agar dapat mengingatnya kembali. Bisa juga sebagai bahan memberikan pelajaran tajwid bagi anak-anak atau siapa saja yang ingin mempelajarinya melalui Anda.

Tags

Blog Archive