EcoBALL

Kamis, 05 Mei 2011

Kulit Mangga Ampuh Obati Cacingan

Posted by Haryo-no 19.50, under , | No comments

JANGAN langsung membuang kulit mangga seusai Anda mengupasnya sebab kulit mangga ternyata juga memiliki manfaat bagi kesehatan.

a. Kulit mangga dapat dijadikan sebagai obat cacing untuk anak. Daya antihelmintik pada kulit mangga membantu mencegah penyakit cacing untuk anak-anak, Antihelmintik juga sangat ampuh untuk membunuh kuman dan bakteri dalam perut. Caranya: Rebus kulit mangga selama 15 menit maka zat antihelmintik di kulit mangga akan keluar. Ambil air rebusan kulit mangga dan taruh ke gelas untuk diminum. Rebusan kulit mangga ini sangat ampuh membunuh bakteri jahat di dalam perut.

b. Kulit mangga yang digoreng merupakan obat yang mujarab untuk pendarahan yang berlebihan selama haid. Ambillah kulit mangga yang masih hijau warnanya lalu goreng dalam minyak yang sudah panas. Setelah masak, makanlah, ulangi sampai pendarahan berkurang.

Bahan Alami Pereda Batuk

Posted by Haryo-no 19.46, under , | No comments

SEBELUM Anda memutuskan untuk meminum sirup obat batuk untuk, coba salah satu ramuan di bawah ini yang bisa meredakan batuk secara alami:

1. Almon
Dipercaya, almon membantu meringankan masalah bronkial, termasuk batuk. Coba minum campuran beberapa sendok teh bubuk halus almon dengan secangkir jus jeruk.

2. Biji rami
Lawan batuk dengan biji rami, madu, dan lemon. Rebus biji rami dalam air hingga mengental dan minum untuk menenangkan tenggorokan dan saluran bronkial.Sementara itu, madu dan lemon bertindak sebagai antibiotik ringan seperti halnya sirup obat batuk. Untuk ramuan ini, rebus 2-3 sendok makan biji rami dalam 1 cangkir air hingga kental. Kemudian tambahkan 3 sendok makan madu dan perasan lemon. Minumlah 1 sendok makan sesuai dengan kebutuhan.

3. Ramuan teh lada hitam
Ramuan ini digunakan dalam dua tradisi yang sangat berbeda yakni Inggris dan China. Lada hitam merangsang sirkulasi dan aliran lender, sedangkan madu adalah obat pereda batuk antibiotik yang alami dan ringan. Untuk membuat ramuan ini, campur 1 sendok teh lada hitam dengan 2 sendok makan madu dalam cangkir. Tuangkan air mendidih dan biarkan selama 15 menit lalu minum. Ramuan ini efektif mengatasi batuk berdahak.

4. Lemon
Peras seperampat bagian lemon, tambahkan banyak lada hitam dan garam lalu langsung telan.

5. Susu hangat
Cara ini cukup popular. Minum saja secangkir susu panas yang ditambahkan madu.

6. Timi
Di Jerman, timi merupakan bahan resmi dalam pengobatan untuk batuk, infeksi saluran pernapasan atas, bronkitis, dan batuk rejan. Timi adalah daun mungil yang mengandung senyawa yang ampuh mengatasi batuk. Flavonoid dalam tini mampu mengendurkan otot trakea dan ileum, yang bereaksi saat batuk. Flavonoid juga mengurangi peradangan. Untuk membuat teh ini, campurkan 2 sendok teh daun timi yang dihancurkan dalam 1 cangkir air mendidih, tutup, diamkan selama 10 menit lalu minumlah

Senin, 02 Mei 2011

Kumpulan Hadits

Posted by Haryo-no 01.00, under | No comments

Sabda Rasulullah s.a.w.:..
"Idzaa maatabnu aadama inqatha'a 'amaluhu illaa min tsalatsin,shadaqatin jaariytin au 'ilmin yuntafa'ubihi au waladin shaalikhin yad'uu lahu".

Artinya:"Kalau anak adam(manusia) meninggal dunia,semua amalannya atau perbuatannya akan putus,kecuali tiga perkara:..
Shadaqah jariyah,ilmu yg bermanfaat dan anaknya yg shaleh mendo'akannya".(HR.Muslim
Sabda Rasulullah s.a.w.:"Ittaqillaaha khaitsumaa kunta wa atbi'issayyi atalkhasanata tamkhuhaa wa khgaaliqin naasi bikhguluqin khasan

Artinya:"Bertaqwalah kpd Allah dimana saja kamu berada,iringi perbuatan burukmu(yg sudah terlanjur) dgn kebaikan
..,niscaya kebaikan itu akan menghapuskannya dan pergaulilah manusia dgn akhlak yg baik(HR.Tirmidzi)

Sabda Rasulullah s.a.w.:"Man kaanayu minu billaahi walyaumil aakhgiri falyukrim thzaifah". Artinya:"Barang siapa benar-benar beri
..man kpd Allah dan hari akhir,hemdaklah ia memulyakan tamunya".(HR.Bukhari dan Muslim)

Sabda Rasulullah s.a.w.:"Kullu bainii aadama khgath thaauna wa khgairul khgath thaa iinat tawwaa buun

Artinya:"Semua anak adam itu berbuat kesalahan,dan sebaik-baik org yg berbuat kesalahan itu adl org yg mau bertaubat".(HR.Turmudzi dan Ibnu Majah)

Sabda Rasulullah s.a.w.:Akhabbul a'maali ilallaahi adwa muhaa wain qalla

Artinya:"Amal perbuatan yg lebih dicintai Allah adl kekalnya/kontinyu,meskipun sedikit(HR.Muttafaq'alaih)

Rasulullah s.a.w.bersabda:"khairun naasi man thaala 'umruhu wa khasuna 'amaluhu wa syarrun naasi
man thaala 'umruhu wa saa a'amaluh".Artinya:"Sebaik-baik manusia adl yg panjang umurnya
dan baik amalnya,dan seburuk-buruk manusia adl yg panjang umurnya dan buruk amalnya".
Sabda Rasulullah s.a.w.:"Innallaaha laa yandhzuru ilaa ajsaa mikum walaa ilaa shuurikum
Walaakin yandhzuru ilaa quluu bikum".Artinya:"Sesungguhnya allah tdk memandang kpd bentuk tubuh
kalian dan tdk pula kpd wajah kalian,ttp Dia memandang kpd hati/niat kalian".(HR. Muslim)

Sabda Rasulullah s.a.w.:"Man akhabba an yubsatha lahu fii rizqihi wa yunsaa alahu fii atsarihi falyashil rakhimah".
Artinya:"Barang siapa yg menyukai untuk mendapatkan kelapangan rizqi dan panjang umurnya,
..maka hendaklah ia menyambung silaturrakhim(HR.Bukhari muslim)
Sabda Rasulullah s.a.w.:"Laisasy syadiidu bish shur'ah.Innamasy syadii
..dulladzii yamliku nafsahu 'indal khgadhzab".
Artinya:"Yg dikatakan org kuat bukanlah org menang dlm bergulat.
..Ttp yg dikatakan org kuat adl org yg dpt mengendalikan dirinya ketika sdg marah".(HR.Bukhari Muslim)

Senin, 25 April 2011

Cara kaya ala Rasulullah

Posted by Haryo-no 07.27, under | 1 comment

Sebelum menjadi nabi, Muhammad adalah seorang pedagang sukses yang dijuluki Al Amin. Lebih dari 20 tahun beliau berkiprah di bidang perdagangan, sehingga mampu membangun jaringan bisnis hingga ke Yaman, Syria, Irak, Yordania dan kota-kota lainnya di Jazirah Arab.
Karirnya meningkat setelah dipercaya sebagai mudharib (fund manager) seorang saudagar besar bernama Khadijah. Dalam Sirah Halabiyah dijelaskan bahwa Muhammad sempat melakukan empat lawatan dagang untuk Khadijah.
Selain perjalanan bisnis, dia juga terlibat dalam urusan dagang yang besar, selama musim-musim haji di festival dagang Ukaz dan Dzul Majaz. Sementara di luar musim haji, Muhammad sibuk mengurus perdagangan grosir pasar-pasar kota Mekkah. Dalam menjalankan bisnisnya, dia menerapkan prinsip-prinsip manajemen yang jitu dan andal sehingga bisnisnya tetap untung dan tidak pernah buntung.

"Rasulullah" adalah tokoh yang patut kita teladani, baik sebagai negarawan maupun sebagai bisnis"man yang handal. Dalam bahasan ini utamanya adalah dalam kehidupan Beliau sebagai "bisnis"man. "Rasulullah" mempunyai "Rahasia Bisnis" yang sangat bagus yang bisa diterapkan oleh para "bisnis"man. "Rahasia bisnis" beliau adalah :

1. Menjadikan bekerja sebagai ladang menjemput surga.

2. Dalam dunia "bisnis", kejujuran dan kepercayaan tak boleh ditawar sama sekali.

3. Tak cuma bisa mimpi, tapi harus jago mewujudkan mimpi itu.

4. Berpikir visioner, kreatif dan siap menghadapi perubahan.

5. Memiliki planning dan goal setting yang jelas.

6. Pintar mempromosikan diri.

7. Menggaji karyawan sebelum kering keringatnya.

8. Mengetahui rumus bekerja dengan cerdas.

9. Mengutamakan sinergisme.

10.Ber"bisnis" dengan cinta.

11.Pandai bersyukur dan berucap terimakasih.

12.Be The Best ! Menjadi manusia paling bermanfaat.

( Sumber : "Rahasia Bisnis Rasulullah" oleh Prof. Laode Kamaluddin, Ph.D ).


Salah satu tanda bahwa kita mencintai "Rasulullah" adalah dengan beramal sesuai dengan apa yang telah dicontohkan oleh "Rasulullah" SAW.


Apabila semua "bisnis"man mau mengaplikasikan apa yang dilaksanakan "Rasulullah" di atas, maka kesejahteraan umat akan dapat terwujud. Tidak akan ada konflik-konflik yang akhir-akhir ini banyak terjadi di dunia "bisnis". Konflik antara pengusaha, pekerja maupun pelanggan tidak akan sampai terjadi.


Prinsip-prinsipnya, antara lain jujur, setia dan profesional. Dengan prinsip-prinsip etika bisnis tersebut, dia berhasil meraih kepercayaan konglomerat-konglomerat Arab. Inilah dasar kepribadian dan etika bisnis yang dipraktekkan Muhammad sehingga bisa menjadi semacam money magnet bagi taipan-taipan Arab kala itu, di samping juga menjadi medan magnet yang mempengaruhi orang-orang yang ada di sekitarnya, dan masyarakat Arab pada umumnya.
Sebab kesuksesan Rasulullah tak bisa lepas dari keberhasilannya menjaga kepercayaan (amanah). Itulah modal terbesar yang tak bisa ditawar-tawar jika kita ingin sukses dalam berbisnis seperti Rasulullah.
Dari berbagai hadis dan sejarah hidup rasulullah (sirah nabawiyah), ada beberapa inspirasi yang dapat menjadi teladan bagi para pebisnis.
 Pertama, penjual tidak boleh mempraktekkan kebohongan dan penipuan menyangkut barang yang dijual kepada pembeli.
 Kedua, penjual harus menjauhkan sumpah yang berlebihan dalam menjual suatu barang. Dalam mengiklankan produk atau jasa, tidak dibenarkan melakukan pembodohan dengan cara berdusta.
 Ketiga, hanya dengan sebuah kesepakatan bersama, atau dengan suatu usulan dan penerimaan, suatu penjualan akan sempurna.
 Keempat, Rasulullah melarang dengan tegas adanya monopoli dagang.
Bisnis bagi Rasulullah tidak hanya sebatas perputaran uang dan barang, tetapi ada yang lebih tinggi dari itu semua, yakni menjaga kehormatan diri.
Pembangunan harga diri, etos kerja, karir kehormatan sebagai orang yang jujur dan sangat amanah terhadap janji-janji, jika ditanamkan dan dilatih sejak awal, akan membuahkan kepribadian yang sangat bermutu tinggi, dan menjadi bekal kesuksesan yang luar biasa.
Mau kaya, sukses, dan dihormati orang lain? Teladanilah etika bisnis Rasulullah!
Marilah kita ciptakan kedamaian dan kebersamaan dalam kehidupan dunia ini dengan mengaplikasikan contoh-contoh yang telah diberikan oleh "Rasulullah" SAW. Karena dengan mengaplikasikan amalan yang telah dicontohkan oleh "Rasulullah" berarti kita melaksanakan perintah Allah seperti Firman Allah dalam Al-Qur'an Surat Al-Ahzaab Ayat 21 : "Sungguh pada diri "Rasulullah" itu teladan yang baik bagi kamu, bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan hari kemudian dan banyak mengingat Allah".


Mudah-mudahan kita termasuk orang-orang yang dirahmati oleh Allah SWT, sehingga kita bisa selalu mengamalkan amalan yang telah dicontohkan oleh "Rasulullah" SAW. Amiin Ya Robbal'alamin


Rabu, 20 April 2011

Wudhu

Posted by Haryo-no 19.15, under ,,, | No comments

Wudhu merupakan salah satu amalan ibadah yang agung di dalam Islam. Secara bahasa, wudhu berasal dari kata Al-Wadha’ah, yang mempunyai arti kebersihan dan kecerahan. Sedangkan menurut istilah, wudhu adalah menggunakan air untuk anggota-anggota tubuh tertentu (yaitu wajah, dua tangan, kepala dan dua kaki) untuk menghilangkan hal-hal yang dapat menghalangi seseorang untuk melaksanakan shalat atau ibadah yang lain.

Dalil-Dalil Disyariatkannya Wudhu

Dalil dari Al-Qur’an

Allah berfirman yang artinya, “Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan taganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuhlah) kakimu sampai dengan kedua mata kaki.” (QS. Al-Maidah: 6)
Dalil dari As-Sunnah

1. Diriwayatkan dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya aku diperintahkan untuk berwudhu apabila hendak mengerjakan shalat.” (HR. At-Tirmidzi, Abu Dawud, An-Nasa’i dengan derajad shahih)
2. Hadits dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ” Tidak diterima shalat salah seorang dari kalian apabila ia berhadas, hingga ia berwudhu.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dalil Ijma’

Para ulama telah sepakat bahwa tidak sah shalat tanpa bersuci, jika dia mampu untuk melakukannya.

Begitu penting dan agungnya perkara wudhu ini, sampai-sampai dikatakan bahwa tidak sah shalat seseorang tanpa berwudhu, maka sudah selayaknya bagi setiap muslim untuk menaruh perhatian yang besar terhadap permasalahan ini dengan berusaha memperbagus wudhunya yaitu dengan memperhatikan syarat, kewajiban serta sunnah-sunnah wudhu.

Syarat-syarat Wudhu

Yang dimaksud dengan syarat-syarat wudhu adalah perkara-perkara yang harus dipenuhi oleh orang yang hendak berwudhu. Di antara syarat-syarat wudhu adalah:

1. Islam.
Wudhu merupakan salah satu bentuk ibadah dalam Islam di mana orang yang melakukannya dengan ikhlas serta sesuai dengan tuntunan Allah akan diberi pahala. Adapun orang kafir, amalan-amalan mereka seperti debu yang beterbangan yang tidak akan diterima oleh Allah ta’ala.
2. Berakal
3. Tamyiz (Dewasa)
4. Niat
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ” Sesungguhnya amal itu tergantung niatnya, dan setiap orang hanyalah mendapatkan apa yang diniatkannya. ” (HR. Bukhari dan Muslim). Oleh karena itu, orang yang dhohirnya (secara kasat mata) berwudhu, akan tetapi niatnya hanya sekedar untuk mendinginkan badan atau menyegarkan badan tanpa diniati untuk melaksanakan perintah Allah dan Rasul-Nya dalam berwudhu serta menghilangkan hadats, maka wudhunya tidak sah. Dan yang perlu untuk diperhatikan, bahwa niat di sini letaknya di dalam hati dan tidak perlu dilafazkan.
5. Tasmiyah
Yang dimaksud dengan tasmiyah adalah membaca “bismillah”. Boleh juga apabila ditambah dengan “Ar-Rohmanir Rohim“. Tasmiyah ketika hendak memulai shalat merupakan syarat sah wudhu berdasarkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Tidak ada shalat bagi orang yang tidak berwudhu dan tidak ada wudhu bagi orang yang tidak menyebut nama Allah (bertasmiyah, pen). ” (HR. Ibnu Majah, hasan)
6. Menggunakan air yang suci
Air dikatakan suci atau masih suci manakala tidak tercampur oleh zat/barang yang najis sehingga menjadi berubah salah satu dari tiga sifat, yaitu bau, rasa dan warnanya. Apabila air telah terkena najis, misalnya air kencing atau yang lainnya, kemudian menjadi berubah salah satu dari ketiga sifat di atas maka air tersebut telah menjadi tidak suci lagi berdasarkan ijma’. Apabila air tersebut tercampuri oleh sesuatu yang bukan najis, maka air tersebut masih boleh dipakai untuk berwudhu apabila campurannya hanya sedikit. Namun apabila campurannya cukup banyak sehingga menjadikan air tersebut tidak bisa dikatakan lagi sebagai air, maka air yang telah berubah ini tidak dapat dipakai untuk berwudhu lagi karena sudah tidak bisa dikatakan lagi sebagai air. Misalnya, ada air yang suci sebanyak 1 liter. Air ini kemudian dicampur dengan 5 sendok makan susu bubuk dan diaduk. Maka campuran air ini tidak bisa lagi dipakai untuk berwudhu karena sudah berubah namanya menjadi “susu” dan tidak dikatakan sebagai air lagi.
7. Menggunakan air yang mubah
Apabila air diperoleh dengan cara mencuri, maka tidak sah berwudhu dengan air tersebut. Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Sesungguhnya Allah Ta’ala itu Maha Baik. Dia tidak menerima sesuatu kecuali yang baik.” (HR. Muslim). Sudah dimaklumi, bahwa mencuri merupakan perbuatan yang tidak baik dan keharamannya sudah jelas. Oleh karena itu, air hasil curian (yang merupakan barang yang tidak baik) tidak sah digunakan untuk berwudhu.
8. Menghilangkan sesuatu yang menghalangi sampainya air ke kulit.
Tidak sah wudhu seseorang yang memakai kutek atau yang lainnya yang dapat menghalangi sampainya air ke kulit.

Rukun-Rukun Wudhu

Rukun wudhu dikenal pula sebagai kewajiban wudhu yaitu perkara-perkara yang harus dilakukan oleh orang yang berwudhu agar wudhunya menjadi sah. Di antara rukun-rukun wudhu adalah:

1. Mencuci seluruh wajah

Wajah adalah sesuatu yang tampak pada saat berhadapan. Batasan wajah adalah mulai dari tempat tumbuhnya rambut bagian atas dahi hingga bagian paling bawah dari jenggot atau dagu (jika memang tidak punya jenggot). Ini bila ditinjau secara vertikal. Adapun batasan wajah secara horizontal adalah dari telinga hingga ke telinga yang lain.

Mencuci wajah merupakan salah satu rukan wudhu, artinya tidak sah wudhu tanpa mencuci wajah. Allah berfirman yang artinya, “Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat maka basuhlah mukamu.” (QS. Al-Maidah: 6)

Termasuk salah satu kewajiban dalam wudhu adalah menyela-nyela jenggot bagi yang memiliki jenggot yang lebat berdasarkan hadits Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu bahwasanya apabila Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berwudhu, beliau mengambil setelapak air kemudian memasukkannya ke bawah dagunya selanjutnya menyela-nyela jenggotnya. Kemudian bersabda, “Demikianlah Rabbku memerintahkanku.” (HR. Abu Dawud, Al-Baihaqi, Al-Hakim dengan sanad shahih lighoirihi).

Perlu untuk diperhatikan bahwa pegertian mencuci wajah termasuk di dalamnya madhmadhoh (berkumur-kumur) dan istinsyaq (memasukkan air dan menghirupnya hingga ke bagian dalam hidung). Hal ini karena mulut dan hidung juga termasuk bagian wajah yang harus dicuci. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Apabila salah seorang dari kalian berwudhu hendaklah ia melakukan istinsyaq.” (HR. Muslim). Adapun tentang madhmadhoh, beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jika engkau berwudhu, maka lakukanlah madhmadhoh.” (HR. Abu Dawud, Tirmidzi, Nasa’i dan Ibnu majah dengan sanad yang shahih)

Sehingga orang yang berwudhu tanpa disertai dengan madhmadhoh dan istinsyaq maka wudhunya tidak sah.

2. Mencuci kedua tangan hingga siku

Para ulama telah bersepakat tentang wajibnya mencuci kedua tangan ketika berwudhu. Allah berfirman yang artinya, “Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat maka basuhlah mukamu dan juga tanganmu sampai dengan siku.” (QS. Al-Maidah: 6)

Perlu untuk diperhatikan bahwa siku adalah termasuk bagian tangan yang harus disertakan untuk dicuci.

3. Mengusap kepala serta kedua telinga

Allah berfirman yang artinya, “… dan usaplah kepalamu.” (QS. Al-Maidah: 6). Yang dimaksud dengan mengusap kepala adalah mengusap seluruh bagian kepala mulai dari depan hingga belakang. Adapun apabila seseorang mengenakan sorban, maka cukup baginya untuk mengusap rambut di bagian ubun-ubunnya kemudian mengusap sorbannya. Demikian pula bagi wanita yang mengenakan kerudung.

Adapun mengusap kedua telinga hukumnya juga wajib karena termasuk bagian dari kepala. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Kedua telinga termasuk kepala.” (HR. Ibnu Majah, shahih). Mengusap kedua telinga ini dilakukan setelah mengusap kepala dengan tanpa mengambil air yang baru.

4. Mencuci kedua kaki hingga mata kaki.

Allah berfirman yang artinya,” dan (cucilah) kakimu sampai kedua mata kaki.” (QS. Al-Maidah: 6)

Perlu untuk diperhatikan bahwa kedua mata kaki adalah termasuk bagian kaki yang harus disertakan untuk dicuci. Adapun menyela-nyela jari-jari kaki hukumnya juga wajib apabila memungkinkan bagian antar jari tidak tercuci kecuali dengan menyela-nyelanya.

5. Muwalaat (berturut-turut)

Muwalat adalah berturut-turut dalam membasuh anggota wudhu. Maksudnya adalah sebelum anggota tubuh yang dibasuhnya mengering, ia telah membasuh anggota tubuh yang lainnya.

Dalilnya adalah hadits Umar bin Khaththab radhiyallahu ‘anhu bahwasanya ada seorang laki-laki yang berwudhu dan meninggalkan bagian sebesar kuku pada kakinya yang belum tercuci. Ketika beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam melihatnya maka beliau bersabda, “Kembalilah dan perbaikilah wudhumu!” (HR. Muslim). Dalam suatu riwayat dari sebagian sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Bahwasanya Nabi melihat seseorang sedang shalat, sementara di bagian atas kakinya terdapat bagian yang belum terkena air sebesar dirham. Maka Nabi memerintahkannya untuk mengulangi wudhu dan shalatnya.” (HR. Abu dawud, shahih). Dari hadits di atas, dapat kita ketahui bahwa muwalaat merupakan salah satu rukun wudhu. Hal ini karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidaklah mencukupkan diri dalam memerintahkan orang yang belum sempurna wudhunya untuk mencuci bagian yang belum tercuci sebelumnya, namun beliau memerintahkan orang tersebut untuk mengulangi wudhunya.

Sunnah-sunnah Wudhu

Yang dimaksud sunnah-sunnah wudhu adalah hal-hal yang menyempurnakan wudhu. Di dalamnya terdapat tambahan pahala. Adapun jika hal-hal tersebut ditinggalkan, wudhunya tetap sah. Di antara sunnah-sunnah wudhu adalah:

1. Bersiwak

Siwak diambil dari kata saka, yang artinya adalah menggosok. Sedangkan menurut istilah, yang dimaksud dengan bersiwak adalah menggunakan kayu siwak atau sejenisnya pada gigi untuk menghilangkan warna kuning atau yang lainnya.

Bersiwak ini sangat dianjurkan tatkala hendak berwudhu berdasarkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Seandainya aku tidak khawatir memberatkan umatku, niscaya telah kuperintahkan mereka untuk bersiwak setiap kali berwudhu.” (HR. Ahmad, dalam Shohihul jami’)

2. Mencuci kedua telapak tangan

Yang dimaksud adalah mencuci kedua telapak tangan sebelum wudhu ketika hendak mencuci wajah. Hal ini dilakukan masing-masing sebanyak tiga kali berdasarkan hadits Utsman tentang sifat (cara) wudhu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “…lalu beliau menuangkan (air) di atas telapak tangannya tiga kali kemudian mencucinya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

3. Madhmadhoh (berkumur-kumr) dan istinsyaq (memasukkan air ke dalam hidung) dari satu telapak tangan sebanyak tiga kali.

Hal ini berdasarkan hadits Abdullah bin Zaid radhiyallahu ‘anhu yang mengajarkan tentang sifat wudhu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, ” Bahwasanya beliau berkumur-kumur dan istinsyaq dari satu telapak tangan. Beliau melakukan hal itu sebanyak tiga kali.” (HR. Muslim). Termasuk sunnah dalam wudhu adalah bersungguh-sungguh tatkala beristnsyaq (memasukkan air ke dalam hidung), kecuali bagi orang yang bepuasa. Hal ini berdasarkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Bersungguh-sunguhlah dalam beristinsyaq, kecuali kamu dalam keadaan berpuasa. (HR. Abu Dawud, Nasa’i, Ibnu Majah, Ahmad dengan sanad yang shahih)

Perlu untuk diketahui bahwa bermadhmadhoh serta beristinsyaq dalam wudhu hukumnya wajib (sebagaimana penjelasan yang terdahulu tentang rukun-rukun wudhu). Adapun bermadhmadhoh dan beristinsyaq dengan menggunakan satu telapak tangan serta melakukannya sebanyak tiga kali hukumnya hanyalah sunnah. Demikian pula bersungguh-sungguh dalam beristinsyaq tatkala berwudhu selain bagi orang yang berpuasa, ini pun hukumnya hanyalah sunnah.

4. Tayamun

Yang dimaksud dengan tayamun adalah mencuci anggota wudhu dengan memulainya dari bagian anggota wudhu yang kanan dulu kemudian ke bagian yang kiri pada saat mencuci kedua tangan atau kaki.

Dalilnya adalah perbuatan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagaimana diriwayatkan dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu tatkala menceritakan sifat wudhu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu berkata, “…Kemudian beliau mengambil seciduk air lalu mencuci tangan kanannya, kemudian mengambil seciduk air lalu mencuci tangan kirinya. Kemudian beliau mengusap kepalanya. Selanjutnya beliau mengambil seciduk air lalu menyiramkannya pada kaki kanannya hingga mencucinya. Kemudian beliau mengambil seciduk air lagi lalu mencuci kaki kirinya.” (HR. Bukhari)

5. Mencuci anggota-anggota wudhu sebanyak tiga kali.

Hali ini merupakan cara wudhu yang paling sempurna berdasarkan hadits A’robi (arab badui) tatkala ia bertanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang wudhu, kemudian beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarinya tiga kali-tiga kali. Selanjutnya beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Inilah cara berwudhu...” (HR. Nasa’i, Ibnu Majah dan Ahmad, shohih). Juga berdasarkan hadits Utsman radhiyallahu ‘anhu yang suatu ketika memperlihatkan cara wudhu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Utsman radhiyallahu ‘anhu berwudhu tiga kali tiga kali kemudian berkata, “Aku melihat Nabi berwudhu seperti wudhuku ini…” (HR. Bukhari dan Muslim). Adapun berwudhu sekali-sekali ataupun dua kali dua kali, ini pun juga diperbolehkan karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga pernah melakukannya.

6. Berdoa setelah wudhu

Berdoa setelah wudhu merupakan salah satu amalan yang sangat dianjurkan, berdasarkan hadits dari Umar radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidaklah salah seorang di antara kalian berwudhu dengan sempurna, kemudian mengucapkan ‘Asyhadu allaa ilaha illallah wahdahu laa syarika lahu, wa asyhadu anna muhammdan abduhu wa rosuluhu‘ kecuali dibukakan baginya delapan pintu surga dan ia boleh masuk dari pintu mana saja yang ia suka.” (HR. Muslim). Di dalam lafadz Tirmidzi ada tambahan bacaan, “Allahumma ijnalni minattawwabiin wa ij’alni minal mutathohhiriin.” (HR. Tirmidzi, shahih)

7. Shalat dua rakaat setelah wudhu

Amalan ini mempunyai nilai yang sangat agung di dalam Islam berdasarkan hadits Utsman radhiyallahu ‘anhu. Tatkala Utsman radhiyallahu ‘anhu selesai mempraktekkan cara wudhu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau berkata, “Aku melihat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berwudhu seperti wudhuku ini, kemudian beliau bersabda, ‘Barang siapa berwudhu seperti wudhuku ini, kemudian shalat dua rakaat dengan penuh kekhusyukan, maka Allah akan mengampuni dosanya yang telah lalu.’” (HR. Bukhari dan Muslim)

Demikian beberapa syarat, rukun dan sunnah-sunnah wudhu yang hendaknya menjadi perhatian bagi kita semua untuk kita amalkan agar wudhu kita sesuai dengan petunjuk Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sebenarnya ada beberapa permasalahan di atas yang masih menjadi perselisihan para ulama tentang pengelompokannya menjadi syarat, rukun atau sunnah wudhu, akan tetapi sengaja tidak kami tampilkan dan hanya dipilih yang paling kuat pendapatnya menurut penulis untuk mempermudah pembahasan. Mudah-mudahan Allah memberikan taufik kepada penulis dan menjadikan tulisan ini sebagai tabungan amal shalih bagi penulis di akhirat kelak serta bermanfaat bagi para pembaca sekalian.

***

www.muslim.or.id

Jumat, 15 April 2011

ABDURRAHMAN AL GHAFIQI-1 (Amir Andalusia)

Posted by Haryo-no 23.14, under , | No comments

Al-Ghofiqi adalah seorang profil sejati seperti Musa bin Nushair dan Thoriq bin Ziyad, dalam ketinggian cita-citanya dan keluhuran budinya” (Ahli Sejarah)

Selang tak berapa lama dari penguburan pendahulunya, khalifah Sulaiman bin Abdul Malik, khalifah terpilih, Amirul Mukminin, Umar bin Abdul Aziz –Khulafaur Rosyidin langsung mengevaluasi kembali kinerja para pembantunya di berbagai pelosok negeri. Ada yang ia pecat dan ada pula yang ia angkat.


Di antara bawahannya yang diniali sebagai pelopor adalah as-Samh bin Malik al-Khaulani. Beliau diangkat untuk memimpin Andalus dan daerah-daerah di sekitarnya yang baru saja ditaklukkan seperti Negara Perancis.
Pemimpin yang baru diangkat ini mengadakan perjalanan ke Negara Andalus dan mulailah ia menyelidiki para pembantu-pembantunya yang berprilaku jujur dan baik, maka beliau berkata dengan orang-orang di sekitarnya, “Apakah di sini masih ada tabi’in.?” Maka merekapun menjawab, “Masih ada wahai amirul Mukminin, di tengah-tengah kami masih ada seorang tabi’in yang agung, yaitu Abdurrahman al Ghafiqi.” Kemudian mereka menyebutkan pengetahuannya yang luas tentang Kitab Allah, kefahamannya tentang hadits Rasululloh SAW, pengalamannya dalam medan jihad, kerinduannya terhadap mati syahid, dan kezuhudannya dari perhiasan dunia yang menipu.

Kemudian mereka berkata kepada beliau, “Abdurrahman al Ghafiqi berguru kepada sahabat yang agung, Abdullah bin Umar bin Khaththab RA, dan dia telah mengambil ilmu dari beliau sebanyak yang Allah kehendaki. Ia juga menjadikan beliau menjadi suri teladan dengan sepenuh hati dengan baik”

As-Samh bin Malik al-Khaulani mengundang Abdurrahman al-Ghafiqi untuk bertemu, di saat dia telah datang as-Samh menyambutnya dengan sebaik-baik sambutan kemudian menyuruh al-Ghafiqi agar lebih merapatkan tempat duduknya sebagai rasa penghormatannya. Mereka berdua duduk-duduk sambil ngobrol, ia menanyakan apa-apa yang terlintas dalam benaknya, dan meminta pendapat dari beberapa masalah yang ia anggap rumit, sehingga dapat mengokohkan pendiriannya. Tetapi ternyata Abdurrahman al Ghafiqi melebihi apa yang telah diberitakan kepadanya dan lebih agung dari apa yang telah beliau dengar, maka ia langsung berniat untuk menyerahkan kepadanya satu urusan besar, yaitu mengangkatnya menjadi pemimpin di Andalus.

Abdurrahman al Ghafiqi berkata kepada beliau, “wahai Amir, sesungguhnya aku hanyalah seorang manusia biasa, saya datang ke negeri ini untuk ikut menjaga tapal batas negeri kaum Muslimin, dan aku berjanji untuk hanya mencari keridhaan Allah SWT, dan aku akan menghunus pedangku hanya untuk menegakkan kalimat Allah SWT, engkau akan mendapatiku – insya Allah – tetap kokoh membelamu selama engkau dalam kebenaran dan aku akan selalu mengerjakan perintahmu selama di dalamnya mengandung unsur ketaatan kepada Allah SWT tanpa harus dengan kekuasaan atau kepemimpinan.”

Tidak lama kemudian as-Samh bin Malik al-Khaulani berniat untuk menaklukkan seluruh daerah di negeri Perancis, dan menjadikannya sebagai daerah yang tergabung dengan wilayah kaum muslimin dan mengambil jalan darinya lewat tanah yang lapang untuk menembus jalan menuju Negara-negara Balkan*, kemudian dari situ akan terbukalah pintu menuju Konstantinopel sebagai realisasi atas berita gembira yang telah dikabarkan oleh Rasulullah SAW.**

Rencana awal yang diambil untuk mewujudkan tujuan besar ini sempat tergantung kepada penaklukan kota Narbonne***, hal ini dikarenakan kota tersebut adalah kota yang paling besar di daerah Perancis yang bertetangga dengan Negara Andalusia (sekarang Spanyol-red).

Dan di saat kaum muslimin sampai di sebuah gunung yang bernama Pyrenees mereka menemukan gunung tersebut berdiri tegak dan kokoh di depan mereka. padahal lebih dari itu, gunung tersebut merupakan kunci pembuka dan jalan menuju negara Perancis yang begitu besar tersebut .

As-Samh bin Malik al-Khaulani mengepung kota Narbonne kemudian menawarkan kepada penduduknya dua pilihan: masuk Islam atau membayar Jizyah (upeti), akan tetapi mereka merasa keberatan dan menolaknya.

Kemudian mereka (pasukan Islam) bergerak menyerang satu persatu, dan menembaki mereka dengan senjata meriam batu (ketapel besar), sehingga jatuhlah kota yang begitu besar dan kuat tersebut di tangan kaum muslimin setelah dikepung selama empat minggu. Semangat kepahlawanan dalam perang tersebut belum pernah disaksikan dahsyatnya oleh Negara Eropa.

Panglima perang yang tangguh tersebut kemudian langsung bergerak menuju kota Tolouse – ibukota daerah Oktania – bersama pasukannya yang gagah berani, dan meletakkan di sekelilingnya senjata meriam batu serta menghujaninya dengan senjata-senjata perang yang belum pernah disaksikan tandingannya oleh Negara Eropa sebelumnya, sehingga seakan-akan hampir saja kota yang begitu besar tersebut jatuh di bawah kekuasaan mereka, di saat itulah terjadi sesuatu yang belum pernah terlintas sebelumnya.

Maka marilah kita berhenti sejenak untuk menyimak perkataan seorang orientalis yang bernama Rennes agar kita mengetahui informasi sebenarnya dari peperangan tersebut.

Rennes berkata, “di saat kemenangan telah begitu dekat dari kaum muslimin, Duke Octania mengalami kekalahan dan lari dari medan perang, kemudian ia mengutus beberapa utusan untuk berkeliling Eropa dari ujung ke ujung agar memberikan peringatan kepada para raja-raja dan pemimpin-pemimpin mereka bahwasanya negara mereka sedang dijajah serta para wanita dan anak-anak ditawan. Maka tidaklah tertinggal dari penduduk Eropa kecuali ikut dalam peperangan ini dengan menyumbangkan bala pasukan terkuatnya, dan paling banyak jumlahnya. Pasukan mereka yang begitu banyak, cepatnya gerakan dan kerasnya pijakan mereka sama sekali belum pernah ditemukan tandingannya, sehingga debu-debu yang beterbangan di bawah telapak kaki mereka telah menutupi Rhone dari sinar matahari. Dan di saat dua pasukan telah saling mendekat, banyak orang yang berkhayal bahwasannya telah saling berhadapan dua gunung, kemudian masing-masing di antara dua kubu tersebut menggulung yang lain dan pecahlah sebuah peperangan yang sangat dahsyat yang belum pernah terukir oleh sejarah. Adapun As Samh atau Dzamma sebagaimana kami memanggilnya, selalu muncul di depan pasukan kami di setiap tempat. Ia melompat ke sana kemari di depan mereka. Di saat seperti itulah ia terkena lemparan anak panah, sehingga jatuh terbanting dari kuda tunggangannya. Di saat kaum muslimin melihat kejadian tersebut, maka menjadi pecahlah kekuatan mereka dan lemahlah mereka sehingga barisan-barisan mereka menjadi bercerai berai dan kita mempunyai kesempatan emas dengan pasukan kita yang masih gagah berani untuk menghancurkan mereka semua. Kalaulah tidak karena sebuah pertolongan dari langit yang mereka dapatkan dengan majunya seorang panglima yang cerdas yang namanya begitu akrab di telinga orang Eropa, yaitu Abdurrahman al-Ghafiqi. Kemudian ia memerintahkan pasukannya untuk bergerak mundur untuk mengurangi kerugian mereka, dan kembali ke negeri Spanyol. Tetapi ia masih berniat kuat untuk mengulangi penyerangan tersebut dengan metode yang baru “

Wa ba’du…
Apakah engkau melihat bagaimana bisa menyingkap cahaya rembulan di malam yang begitu gelap, sehingga orang-orang yang tersesat banyak yang mengambil cahaya darinya dan bisa menunjuki mereka sebuah jalan?

Demikianlah peperangan Tolouse telah melahirkan seorang pahlawan Islam yang cerdas, dialah Abdurrahman bin Abdullah al-Ghafiqi. Dan apakah secara kasat mata bisa melihat bagaimana orang-orang yang kehausan sehingga kematian begitu dekat dengannya, sementara ia berada di tengah-tengah padang sahara, kemudian tampaklah air di depan mereka lalu mereka menjulurkan tangan untuk menciduk air tersebut dengan satu cidukan sehingga kembalilah sinar kehidupan mereka?

Demikianlah pasukan muslimin menggantungkan harapan mereka kepada kepemimpinan panglima yang agung, kepadanyalah mereka mengharapkan kesuksesan, dan memba’iatnya untuk selalu mendengar dan patuh.

Tidaklah mengherankan jika peperangan Tolouse adalah perang pertama yang menorehkan luka yang begitu dalam bagi kaum muslimin sejak mereka menjejakkan kaki-kaki mereka di Eropa. Dan Abdurrahman al-Ghafiqi adalah obat yang manjur dari luka tersebut, ia memiliki tangan yang penuh kasih sayang yang dipenuhi dengan perasaan suka menolong dan hati yang halus yang mencucurkan rasa iba kepada setiap orang.

Berita kekalahan dan kerugian yang dialami kamu muslimin di Perancis telah menggores hati khalifah di Damaskus. Kematian seorang pahlawan yang pemberani, yaitu As Samh bin Malik al-Khaulani telah mengobarkan api di dadanya untuk segera membalasnya. Kemudian ia mengeluarkan perintah agar pasukan tetap dalam ba’iat mereka kepada Abdurrahman al-Ghafiqi dan menyerahkan kepadanya wilayah Andalus dan negara-negara yang bertetangga dengannya dari daerah-daerah Perancis yang sudah ditaklukkan.

Kemudian Abdurrahman al-Ghafiqi membuka tangannya untuk melaksanakan pekerjaan ini sekehendak hatinya. Dan tidaklah mengherankan, karena al-Ghafiqi adalah seorang yang jantan lagi pemberani, bertaqwa, seorang yang bijaksana dan selalu terdepan.

Semenjak Abdurrahman al-Ghafiqi diberikan tugas untuk memimpin daerah Andalus, beliau segera membangun kepercayaan diri pasukannya, dan membekali perasaan mereka dengan kemulyaan, kekuatan diri dan kemenangan demi mewujudkan cita-cita yang agung yang dirintis oleh para panglima Andalus yang dimulai dari Musa bin Nushair dan diakhiri oleh as-Samh bin Malik al khaulani.

Telah bulat keinginan mereka untuk berangkat dari Perancis ke Italia dan Jerman, kemudian dari kedua tempat tersebut mereka langsung menuju Kostantinopel. Mereka ingin menjadikan lautan pasifik sebagai danaunya orang islam dan menyebutnya sebagai Laut Syam sebagai ganti dari Laut Romawi.

Tetapi Abdurrahman al-Ghafiqi berkeyakinan behwasannya untuk menyiapkan pembekalan dalam peperangan yang paling utama adalah dimulai dengan memperbaiki hati para pasukan dan menyucikannya. Dan ia juga berkeyakinan tidak ada satu umat pun dapat mewujudkan harapannya untuk mencapai kemenangan apabila benteng pertahanannya retak, dan terancam roboh dari dalam.

Oleh karenanya, ia mengelilingi Negara Andalus dari satu negeri ke negeri yang lain, dan menyuruh para juru panggilnya untuk menyerukan kepada manusia, “barangsiapa yang terzalimi baik oleh salah seorang pemimpin, atau hakim atau kepada orang lain maka bawalah urusan itu ke hadapan Amir. Tidaklah ada perbedaan baginya antara orang-orang islam dan orang-orang yang masih terikat perjanjian dengan mereka “.

Kemudian mulailah ia melihat kepada orang-orang yang mengadukan perkaranya satu persatu. Dan memberikan keadilan bagi orang yang lemah dan orang yang dizhalimi serta mengambil hak atas urusan gereja yang dirampas dan mengembalikan apa yang menjadi hak-hak mereka. Ia menghancurkan bangunan yang dibangun dengan memakai uang korupsi, kemudian melihat kepada urusan para bawahannya. Ia memecat orang yang jelas-jelas tampak darinya pengkhianatan dan penyimpangan kemudian memberikan kedudukannya kepada orang yang kuat kepercayaan, kefahaman dan keluhuran budi pekertinya.

Dan setiap ia masuk ke sebuah Negeri, ia mengajak orang-orang untuk sholat jum’at, kemudian beliau berdiri sebagai khatib dan memberikan semangat untuk melaksanakan jihad, menganjurkan untuk mencari syahid dan menjanjikan kepada mereka akan ridha Allah SWT dan kemenangan dengan pahalanya.

Abdurrahman al-Ghafiqi selalu mengiringi perkataan dengan perbuatannya, dan mengokohkan angan-angan dengan tindak nyatanya. Pertama kali yang ia kerjakan saat menempati wilayahnya adalah mempersiapkan perlengkapan, menyempurnakan senjata perang, memperbaiki tempat berlindung dan membangun benteng pertahanan serta memperkokoh jembatan. Jembatan terbesar yang ia bangun adalah jembatan Kordova, ibukota Andalus. Jembatan itu dibangun di atas sungai Kordova yang lebar, agar orang-orang dan pasukan perangnya bisa menyeberang di atasnya. Jembatan ini juga akan menjaga manusia dari derasnya banjir, jembatan ini terhitung sebagai salah satu keajaiban dunia. Panjangnya mencapai delapan ratus depa, dengan ketinggian mencapai enam puluh depa dan lebar dua puluh depa, lengkukannya berjumlah delapan belas lengkukan dan ia mempunyai sembilas benteng benteng pelindung. Jembatan ini masih ada sampai sekarang, yang menjadi kebanggaan Spanyol.

Abdurrahman al-Ghafiqi telah berusaha dengan sungguh-sungguh untuk menyatukan para pemimpin pasukan dan pemuka-pemuka masyarakat di setiap kota yang ia singgahi. Ia selalu mendengarkan apa-apa yang mereka sampaikan dan menampung usulan-usulan mereka serta mengambil pelajaran atas nasehat mereka.

Ia telah beri’tikad untuk berusaha sedikit bicara tapi banyak kerjanya, hal ini juga ia lakukan saat bertemu dengan orang-orang terpandang dari kaum muslimin, seperti juga saat ia berkumpul dengan pembesar-pembesar ahlu dzimmah yang terikat perjanjian dengan kaum muslimin. Ia banyak menanyakan urusan-urusan Negara yang kelihatan rumit dan menyibukkan diri dengan keadaan raja-raja dan panglima-panglima mereka.

Pada suatu kali, ia mengundang salah seorang pembesar ahlu dzimmah Perancis untuk datang menghadapnya dan berlangsunglah antara keduanya percakapan tentang berbagai macam tema, ia bertanya kepadanya, “apa yang menyebabkan pemimpin tertinggimu Syarla tidak mau untuk berperang melawan kami, dan sama sekali tidak menolong raja-raja lain untuk memerangi kami?!” maka pembesar itupun berkata “wahai Amir, kalian telah memenuhi janji-janji kalian kepada kami, maka kami juga merasa punya hak untuk membenarkan perkataan yang kalian lontarkan kepada kami. Sesungguhnya pemimpin besar kalian Musa bin Nushair telah memerintah dalam genggamannya negeri Spanyol secara kokoh kemudian ia meninggikan cita-citanya untuk terus memperluaskannya hingga melewati gunung Pyrenees yang memisahkan antara Andalus dan negeri kita yang indah ini. Kemudian mengungsilah para raja-raja dan kaum cendekiwananya ke negeri kami yang agung ini dan mereka berkata “ kehinaan apa yang menimpa kami dan para anak cucu kami, wahai sang raja?! kami telah mendengar tentang orang-orang Islam, kami khawatir dengan sepak terjang dan kedatang mereka dari sebelah timur matahari, sedangkan mereka sekarang telah datang dari sebelah barat, kemudian menduduki Spanyol seluruhnya dan menguasai segala peralatan perang dan senjatanya,mereka menduduki puncak-puncak gunung yang tinggi memisahkan antara kami dan mereka, padahal jumlah mereka sedikit, dan persenjataan mereka minim, kebanyakan mereka tidak memiliki baju besi yang menjaga mereka dari sabetan-sabetan pedang atau kendaraan kuda yang mereka tunggangi di medan-medan perang” maka sang raja berkata “kami telah memikirkan apa-apa yang sering terlintas dalam pikiran kalian dan kamipun sering memikirkannya dengan keras. Maka kami mempunyai taktik agar tidak terlalu menampakkan sepak terjang kami kepada mereka, karena mereka sekarang ibarat arus sungai yang begitu deras dan menghanyutkan apa saja yang menghalangi perjalanannya serta membawa besertanya dan melemparkannya kemanapun ia suka. Dan kami menemukan juga bahwasannya mereka mempunyai aqidah dan niat yang kokoh yang keduanya dapat mencukupkan mereka dari banyaknya jumlah atau canggihnya peralatan. Mereka juga mempunyai keyakinan dan kejujuran yang bisa menggantikan fungsinya baju besi dan kuda tunggangan. Akan tetapi kami biarkan mereka sehingga mereka memenuhi tangan-tangan mereka dengan harta rampasan, mengambil istana-istana, bangunan-bangunan mewah dan memperbanyak budak perempuan serta saling berlomba-lomba untuk merebut kursi kekuasaan. Di saat itulah kami menemukan jalan yang begitu mudah, yang tidak mengeluarkan energi yang banyak “

Maka Abdurrahman al-Ghafiqi menundukkan matanya ke tanah dengan perasaan sedih, dan ia menarik nafas panjang kemudian bubarlah majlis dan iapun berkata, “Mari kita pergi sholat karena waktunya telah begitu dekat.”

Abdurrahman al-Ghafiqi mempersiapkan pasukannya untuk menghadapi peperangan yang begitu besar selama dua tahun, ia menyiap-siagakan para batalyon pasukan dan semakin mengasah cita-cita agar semakin tajam dan menyalakan keberanian kepada pasukannya, ia juga meminta bantuan kepada Amir Afrika, maka Amir Afrika mengirim pasukan pilihan yang terbakar api kerinduan untuk ikut berjihad dan semangat mencari mati syahid.

Kemudian ia mengirimkan perintah kepada Utsman bin Abi Nus’ah -seorang di sebuah wilayah perbatasan- agar bisa memancing musuh dan mengalihkan perhatian mereka sampai bila waktunya ia (Abdurrahman) datang dengan kekuatan penuh. Tetapi hati Utsman dipenuhi sifat dengki dengan para pemimpin yang mempunyai keinginan yang meluap-luap dan cita-cita yang tinggi sehingga menjadi bahan pergunjingan manusia dan mengecilkan kedudukan para pemimpin dan pembantu-pembantu yang lain. Lebih dari itu, dalam serangan ke Perancis pada perang sebelumnya ia berhasil mendapatkan anak gadis Duke Oktavia yang bernama Minin. Ia adalah gadis yang lembut dan memiliki kecantikan yang mempesona. Gadis ini menggabungkan antara kecantikan dan kemulian sebagai anak Raja.erempuan Duck Oktania yang bernama Minin. Ia adalah seorang pemudi yang lembut dan memiliki kecantikan yang mempesona. Kecantikannya inilah yang menjadikan fitnah para pemimpin-pemimpin besar. Hati Utsman dipenuhi dengan cinta dan ia berniat untuk mempersuntingnya sehingga Minin menempati kedudukan yang mulia di hatinya yang tidak pernah dirasakan isteri manapun. Ia telah mengadakan perjanjian dengan ayahnya untuk memberikan keamanan dari kemarahan kaum muslimin terhadap daerah kekuasaannya yang berbatasan dengan Andalusia. Tetapi di saat datang berita dari Abdurrahman al-Ghafiqi untuk menyerbu negeri mertuanya tersebut, ia bingung, tidak mengetahui apa yang harus ia lakukan.

Tetapi tidak lama kemudian, ia langsung menulis surat kepada Abdurrahman al-Ghafiqi untuk menarik ulang perintahnya tersebut. Melalui surat tersebut ia mengatakan bahwasannya ia tidak dapat melanggar janji dengan Duke Oktania sampai datang ajalnya. Maka Abdurrahman al-Ghafiqi menjadi marah kemudian mengutus kepadanya sebuah surat dan berkata, “Sesungguhnya perjanjian dengan orang tanpa sepengetahuan pimpinanmu adalah batal, dan tidak akan pernah menghalangi pasukanmu untuk melakukan sesuatu, kamu harus segera melaksanakan perintah yang aku perintahkan kepadamu dengan tanpa ada keraguan sedikitpun!”

Tatkala Ibnu Abi Nus’ah merasa putus asa dengan perintah amir untuk mencabut keputusannya itu, maka ia mengutus seorang utusan kepada mertuanya untuk menyampaikan berita tersebut, dan menyuruhnya mempersiapkan diri untuk menghadapi serangan musuh.

Akan tetapi mata-mata Abdurrahman al-Ghafiqi selalu mengawasi langkah dan gerak gerik Ibn Abi Nus’ah sehingga sampailah berita mengenai hubungannya dengan musuh kepada al-Ghofiqi. Maka segeralah al Ghafiqi menyiap-siagakan satu batalyon pasukan yang dikomandoi oleh para pemimpin yang mempunyai kemampuan dan pengalaman perang yang hebat dan menyuruh mereka untuk membawa serta Utsman bin Abi Nus’ah hidup atau mati.

Batalyon perang tersebut menyerang tempat Ibn Abi Nus’ah dengan tiba-tiba, dan hampir saja ia bisa dikalahkan andai saja dia tidak menghentikan perlawanan.. Kemudia ia berlari ke gunung dengan ditemani oleh beberapa orang pasukannya dan juga istrinya Minin yang sangat cantik, ia tidak mau pisah dengannya selamanya, dan ia tidak bisa melihat dunia tanpanya.

Para batalyon pasukan tetap berada di belakang mereka dan mengepungnya, dia membela diri dan isterinya seperti pembelaan seekor singa terhadap keselamatan anaknya, dia terus bertahan di samping isterinya sehingga akhirnya dia jatuh terbunuh. Di badannya tertoreh banyak luka sabetan pedang, dan tusukan tombak yang tak terhitung jumlahnya. Para pasukan memenggal kepalanya dan membawanya beserta isterinya yang cantik ke hadapan Abdurrahman al-Ghafiqi. Di saat wanita tersebut sampai di hadapannya dan ia melihat kecantikannya yang mempesona, iapun menundukkan pandangannya dan memalingkan wajahnya kemudian mengirimkannya kepada khalifah sebagai hadiah.

Maka selesailah satu babak kehidupan ratu Perancis yang cantik dalam penjagaan khalifah Umaiyyah di Damaskus.

CATATAN:

* Kawasan yang terletak di sebelah tenggara eropa yang sekarang terpecah menjadi beberapa negara, yaitu: Rumania, German, Yugoslavia, Bulgaria, Turki dan Roma

** Beliau SAW bersabda, “Sungguh kalian benar-benar akan dapat membuka Qostantiniyah, sebaik-baik pasukan adalah pasukan mereka dan sebaik-baik panglina adalah panglima mereka.”
*** Narbonne: sebuah kota yang terletak di sebelah selatan Prancis

Senin, 11 April 2011

Tepuk Istiqomah

Posted by Haryo-no 06.25, under | No comments

TEPUK ISTIQOMAH

( X X X ) Aku ( X X X ) Anak Islam

( X X X ) Slalu bangga ( X X X ) dengan Islam

( X X X ) Jadi mentri ( X X X ) tetap Islam

( X X X ) Jadi mantri ( X X X ) tetap Islam

( X X X ) Pak polisi ( X X X ) tetap Islam

( X X X ) Sampai mati ( X X X ) tetap Islam

( X X X ) Islam Islam yes.

Tags

Blog Archive