EcoBALL

Minggu, 29 Mei 2011

Kisah Seorang Kuli Batu

Posted by Haryo-no 20.02, under | No comments

Seorang kuli batu telah bekerja berjam-jam untuk menghancurkan sebuah batu yang sangat besar. Begitu kuatnya batu tersebut sehingga ketika palu sang kuli mengenainya, batu itu tak goyah, bahkan tak retak sedikitpun. Dia melakukannya berkali-kali sambil menghitung dalam hati. Pukulan ke 45, 172, 192… Dan tepat pada pukulan ke 201 batu itu pun retak, pecah berkeping-keping. Pertanyaannya, apakah pukulan yg ke 201 yg memecahkan batu tersebut? TIDAK!!! ke 200 pukulan sebelumnya SANGAT memberi andil atas pecahnya batu tersebut. Ke 200 pukulan itulah yang dinamakan PROSES, dan pukulan ke 201 adalah yang dinamakan KESUKSESAN!

Doa Untuk Sahabat

Posted by Haryo-no 19.58, under | No comments

Ingin ku kirim bunga, aku takut ia layu

Ingin ku kirim senyum, takut tak terbalas

Ingin ku kirim rindu, ku takut tak tersampaikan

Akhirnya ku kirimkan sebuah Doa, agar Sahabatku sehat selalu

Mencari Kerja Itu Mudah

Posted by Haryo-no 19.55, under | No comments

Ada seseorang saat melamar kerja, memungut sampah kertas di lantai ke dalam tong sampah, dan hal itu terlihat oleh peng-interview, dan dia mendapatkan pekerjaan tersebut.

”Ternyata untuk memperoleh penghargaan sangat mudah, cukup memelihara kebiasaan yang baik.”

Ubahlah Dirimu Sendiri Sebelum Mengubah Orang Lain

Posted by Haryo-no 19.49, under , | No comments

“Ketika aku muda, aku ingin mengubah seluruh dunia. Lalu aku sadari, betapa sulit mengubah seluruh dunia ini, lalu aku putuskan untuk mengubah negaraku saja. Ketika aku sadari bahwa aku tidak bisa mengubah negaraku, aku mulai berusaha mengubah kotaku. Ketika aku semakin tua, aku sadari tidak mudah mengubah kotaku. Maka aku mulai mengubah keluargaku. Kini aku semakin renta, aku pun tak bisa mengubah keluargaku. Aku sadari bahwa satu-satunya yang bisa aku ubah adalah diriku sendiri.

Tiba-tiba aku tersadarkan bahwa bila saja aku bisa mengubah diriku sejak dahulu, aku pasti bisa mengubah keluargaku dan kotaku. Pada akhirnya aku akan mengubah negaraku dan aku pun bisa mengubah seluruh dunia ini.”

Tidak ada yang bisa kita ubah sebelum kita mengubah diri sendiri. Tak bisa kita mengubah diri sendiri sebelum mengenal diri sendiri. Takkan kenal pada diri sendiri sebelum mampu menerima diri ini apa adanya.

Rabu, 18 Mei 2011

Keutamaan Sabar

Posted by Haryo-no 06.41, under , | No comments

Allah SWT berfirman dalam surat Ali ‘Imran ayat 200:

ya aiyuhalladziina aamanushbiru wa shaabiru waraabithu wattaqullaaha la’allakum tuflihun
Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah, supaya kamu beruntung.
Keutamaan Sabar
….yaa aiyuhalladziina aamanu, ishbiru… Wahai orang yang beriman, sabarlah! Kalau mau beriman yang benar, kita harus banyak bersabar atas kondisi yang kita hadapi. Misalnya, sabar atas keterlambatan kawin bagi anak muda, kekurangan uang, kemandegan usaha, bahkan kerugian. Sabar! Bersabarlah dalam menghadapi musibah, malapetaka, dan sebagainya. Sabarlah kamu dengan kondisi kamu. ..washabiru…. dan tetaplah bersabar.
Ada perbedaan antara ..ishbiru… (sabar menghadapi dorongan dari dalam diri kita, atau sabar ke dalam) dengan …shabiru… (sabar menghadapi kondisi di luar diri kita, atau sabar ke luar). Contoh sabar ke dalam adalah sabarnya orang yang belum bisa kawin karena pinangannya ditolak. Contoh sabar ke luar adalah kesabaran seseorang atas berbagai tekanan dan pengaruh dari luar. Jadi, keinginan dari dalam jiwa Anda untuk berbuat maksiat harus dihadapi dengan ishbiru. Sedangkan arus yang datang dari luar yang menghancurkan Anda harus dihadapi dengan shabiru. Jadi, sabar yang diperintahkan Allah memiliki dua dimensi.
Allah melanjutkan, ..waraabithu… artinya konsisten (tetap), atau sering kita sebut istiqamah. Tapi sebenarnya istiqamah itu bukan konsisten. Sekarang apapun istiqamah, seperti masya Allah dan subhanallah. Masya Allah, subhanallah bukan kalimat yang diucapkan sembarangan. Di televisi kita sering lihat apapun masya Allah, sedikit-sedikit subhanallah yang tidak pada tempatnya. Kita sebut saja di sini istiqamah, atau mungkin lebih tepat disebut mudawwamah saja, yaitu tetap pada posisinya. Kalau sudah datang ke pengajian datanglah dengan niat mencari ridha Allah dan kalahkan semua godaan yang lain.
Kalau Anda sudah kawin dengan seorang perempuan, jadikanlah dia istrimu secara mudawwamah. Jagalah dia baik-baik. Kalau Anda punya anak jagalah anak itu baik-baik, kalau Anda lagi shalat shalatlah dengan mudawwamah. Teruslah dalam ibadah dan jangan terpengaruh oleh ajakan dari manapun untuk meninggalkannya.
Doa dan Wirid
Makanya amalan yang sedikit tapi berkesinambungan itu lebih baik daripada amalan yang banyak tapi terputus (tidak tetap). Setelah shalat tidak usah banyak bacaannya, tapi keseringan. Ada orang hari ini shalat subuh di masjid. Dia duduk di masjid berdzikir sampai jam sembilan pagi, tetapi keesokan harinya tidak datang lagi. Makanya setelah shalat jangan banyak-banyak berdoa, bosan biasanya. Berdoa sedikit cukup asal mudawwamah. “Astaqhfirullah al’adhiim, ya Allah ampunilah dosaku,” selesai.
“Laa ilaaha illallah wahdahu laa syariikalah, lahul mulku walahul hamdu yuhyi wayumiitu wahuwa ‘ala kulli syai’in qadir”, lalu kita memuji Allah. “Allaahumma laa mani’a lima a’thaita… ya Allah, apapun yang telah Engkau berikan tidak mungkin dapat ditolak. Kalau Engkau tentukan saya kaya, tidak ada yang bisa membuat saya miskin. Kalau Engkau telah menentukan saya miskin, tidak ada yang bisa membuat saya kaya. Wala mu’thiya lima mana’ta… tidak ada orang yang sanggup memberikan kalau suratan saya tidak ada. Wala radda lima qadhaita.,. apa yang telah Engkau qadha dan qadar ya Allah tidak ada yang bisa mencabutnya. Kalau Engkau katakan saya minum obat ini dan sembuh, saya pasti sembuh. Kalau tidak, apapun saya minum tidak akan sembuh.”
Kita harus istiqamah dalam berusaha dan berserah diri sepenuhnya kepada Allah. Tugas manusia berusaha, berobat, bergerak menuju perbaikan, tetapi Allah yang menentukan hasilnya. Maka itu, berdo’alah hanya kepada Allah. Setelah itu, “Allahumma antassalam wamingkassalam wailaika ya’udussalam. Damai itu tidak datang dari yang lain kecuali dari-Mu ya Allah, dan perdamaian sendiri kembali kepada-Mu ya Allah. Fahaiyina rabbana … hidupkanlah kami ya Allah bissalam penuh perdamaian ya Allah, damai dengan istri, damai dengan anak, damai dengan tetangga, damai dengan masyarakat, damai dengan sesama masyarakat, damai dengan orang tua, damai dengan mertua, damai…damai…damai! Wa-adkhilna al-jannah masukkan kami setelah meninggal nanti darassalam, ke dalam surga yang penuh perdamaian.”
Setelah itu tadahkan tangan dan berdoa, “Ya Allah ampunilah dosaku, ampunilah dosa kedua orangtuaku yang telah sibuk mengurusku, menjagaku, menghormatiku, membesarkanku, mendidikku. Ya Allah, ampunilah dosa mareka. (Kalau yang sudah meninggal) lapangkanlah kuburnya, masukkan orangtua saya dalam surga ya Allah. (Kalau masih hidup) panjangkanlah umurnya, sehatkan badannya, berikan rezeki padanya rezeki yang halal, ya Allah. Jadikan orangtua saya hidup bahagia dengan adanya saya, ya Allah. Jangan saya menjadi sebab mereka mendapat malapetaka, ya Allah”. Berdoalah untuk kedua orangtua kita. Tidak ada yang lebih berharga di dunia ini kecuali kedua orangtua. Kalau mau tambah lagi silakan, “Ya Allah, berkatilah jualan ini ya Allah, berkatilah dagangan saya ini ya Allah, izinkan saya mencari rezeki ya Allah.”
Doa tidak harus dalam bahasa Arab. Anak muda-muda doanya pakai Bahasa Indonesia atau bahasa ibu saja. Kalau bahasa ibu Bahasa Betawi, silakan pakai. Mau pakai Bahasa Inggris, silakan. Doa yang paling bagus adalah doa dalam bahasa yang sehari-hari kita pakai. Buat apa berdoa dalam bahasa Arab kalau kita tidak mengerti apa yang kita minta. Doa kita pun tidak sampai ke hati. Tidak ada harap dalam hati kita. Bagaimana ada harap kalau apa yang kita sampaikan tidak kita mengerti.
Wattaqullah la’al lakum tuflihun… setelah konsisten dan istiqamah, dalam beribadah (termasuk doa-doa yang diamalkan dengan mudawwamah) wattaqullah… tingkatkan ketaqwaanmu kepada Allah. La’al lakum tuflihun, semoga kehidupanmu itu hidup yang menang di dunia dan selamat di akhirat. Artinya apa? Kalaupun tidak kaya, kita hidup bahagia di dunia.
Makanya kita tidak boleh bersedih karena belum ada uang, tidak boleh bersedih karena belum sampai keinginan di dunia. Percayalah bahwa barangsiapa yang dekat dengan Allah akan bahagia sendiri. Sebagai contoh, bagi orang yang dekat dengan Allah, naik sepeda rasanya mobil. Bagi orang yang tidak dekat dengan Allah, naik mobil rasanya penjara. Percayalah kepada saya bahwa yang saya sampaikan ini bukan dari saya. Saya tidak pernah mengada-ada. Ini adalah terjemahan dari ayat Al-Quran tersebut. Percaya kepada apa yang saya sampaikan berarti percaya kepada Al-Quran itu sendiri. Allah sudah menyatakan seperti itu, mau diapakan?
Kesimpulan
Teruslah berjuang dengan sabar ke luar dan sabar ke dalam. Bertahan, istiqamah dan mudawwamah dalam beramal shalih. Orang shalih tidak akan ditinggalkan Allah. Mereka tidak akan menderita, tetapi selalu dijaga oleh Allah SWT. Makanya saya bahagia melihat adik-adik yang muda senang datang ke pengajian atau membaca buku-buku agama. Saya berdoa untuk kalian, “Ya Allah, berikanlah kepada mareka kehidupan yang terhormat di dunia ya Allah, amin. Saya bahagia melihat kalian, saya meneteskan air mata melihat anak-anak muda di depan saya.
Anak yang shalih seperti kalian ini tak bisa dibeli dengan emas. Kalau orangtua kalian saat ini menyaksikan kalian di sini, bersimpuh di depan kami, duduk belajar agama, taat kepada Allah, orangtuamu akan mengatakan, “Allah Yang Maha Pengasih, saya siap Engkau panggil karena anak saya sudah baik-baik ya Allah. Ya Allah, jagalah anak saya ya Allah.” Didoakan kalian, bahagia orangtua. Kalau orangtua bahagia, doanya tidak ada hijab (tidak ada yang bisa menghalangi), menembuskan angkasa, menembus sidhratul muntaha. Doa orangtua yang ikhlas selalu makbul, diterima oleh Allah SWT. Amin. Adik-adik sekalian, tingkatkan ketakwaan kepada Allah semasih kalian masih muda. Yang tua-tua, pertahankan ketakwaan kita, jangan lepaskan. Ishbiru washabiru warabithu wattaqullah.

Selasa, 17 Mei 2011

Belajar tajwid

Posted by Haryo-no 23.38, under , | No comments

Tajwīd (تجويد) secara harfiah bermakna melakukan sesuatu dengan elok dan indah atau bagus dan membaguskan [1] , tajwid berasal dari kata Jawwada (جوّد-يجوّد-تجويدا) dalam bahasa Arab. Dalam ilmu Qiraah, tajwid berarti mengeluarkan huruf dari tempatnya dengan memberikan sifat-sifat yang dimilikinya. Jadi ilmu tajwid adalah suatu ilmu yang mempelajari bagaimana cara membunyikan atau mengucapkan huruf-huruf yang terdapat dalam kitab suci al-Quran maupun bukan.

Adapun masalah-masalah yang dikemukakan dalam ilmu ini adalah makharijul huruf (tempat keluar-masuk huruf), shifatul huruf (cara pengucapan huruf), ahkamul huruf (hubungan antar huruf), ahkamul maddi wal qasr (panjang dan pendek ucapan), ahkamul waqaf wal ibtida’ (memulai dan menghentikan bacaan) dan al-Khat al-Utsmani.

Pengertian lain dari ilmu tajwid ialah menyampaikan dengan sebaik-baiknya dan sempurna dari tiap-tiap bacaan ayat al-Quran. Para ulama menyatakan bahwa hukum bagi mempelajari tajwid itu adalah fardhu kifayah tetapi mengamalkan tajwid ketika membaca al-Quran adalah fardhu ain atau wajib kepada lelaki dan perempuan yang mukallaf atau dewasa.



Bagi yang ingin belajar tajwid, bisa anda dapatkan di sini


Panduan Tajwid Praktis



Allah telah memilih bahasa arab sebagai bahasa Al Quran untuk manusia sebagai alat komunikasi antar sesame manusia melalui hambanya yang dipilihnya Muhammad Rasulullah saw.
Selamat dan sejahtera semoga tetap kepada nabi Muhammad saw. Keluarganya, sahabat-sahabatnya dan semua ummat yang mengikuti langkah perjalanan beliau hingga akhir zaman.
Allah berfirman :
1. bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan,
2. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.
3. Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha pemurah,
4. yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam[1589],
5. Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.

[1589] Maksudnya: Allah mengajar manusia dengan perantaraan tulis baca.
Karena bagi seorang muslim adalah suatu kewajiban untuk menjaga, memeluhara, dan mempelajari Al Quran, sebagai pegangan dan tuntunan hidup untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhiratRasulullah bersabda :
“Menuntut ilmu itu kewajiban bagi setiap muslim”.
Untuk membaca Al Quran dengan benar, teratur, baik dan tertib saya ingin membantu saudara-saudara ku membaca Al Quran dengan tuntunan ilmu tajwid, karena dengan ilmu tajwid setiap orang yang membaca Al Quran akan terhindar dari kesalahan baik dari segi kalimat maupun artinya.
Allah berfirman :
“Dan bacalah Al Quran itu dengan baik dan tertib”.
Rasulullah bersabda :
“Siapa yang ingin berdialog dengan Tuhan nya hendaklah ia membaca Al Quran”.
Rasulullah bersabda :
“Sebaik-baik manusia didunia, adalah orang yang mempelajari Al Quran dan mengajarkannya kepada orang lain”.
Ali Karramallahu wajhahu berkata:
“Siapa yang membaca Al Quran dalam Shalat maka diberi pahala setiap hurufnya 50 derajat, kalau diluar Shalat masih dalam keadaan wudhu diberi pahala 25 derajat, bahkan membacanya tanpa wudhu sekalipun masih diberi pahala 10 derajat untuk setiap hurufnya”.
Aisyah ra yang diriwayatkan oleh imam Bukhari :
“Orang yang membaca Al Quran, sedang Al Quran tidak ada bersamanya, maka dia termasuk golongan orang-orang yang mulia dan baik. Orang yang membaca Al Quran dan dia tertegun-tegun sehingga mendapat kesulitan, maka ia mendapat dua ganjaran”.
Rasulullah saw bersabda yang diriwayatkan oleh Imam Muslim :
“Dari Abi Umamah ra. Saya mendengar Rasulullah saw. Bersabda : Bacalah Al Quran sesungguhnya Al Quran besok pada hari kiamat akan mendatangkan pertolongan bagi yang membacanya”.
Rasulullah saw bersabda :
“Sesungguhnya orang yang kosong dadanya dari pada Al Quran, seperti rumah yang tinggal puing-puingnya yang sepi lagi menakutkan”.
Rasulullah saw :
“Jangan kamu jadikan rumah-rumahmu seperti kuburan, bahwasanya syaitan akan lari terpontang-panting dari suatu rumah yang didalamnya dibacakan Al Quran”.
Membaca Al-Qur’an merupakan kewajiban bagi setiap muslim. Membaca Al-Qur’an memiliki tata caranya tersendiri. Bagaimana tata membaca huruf-hurufnya, bagaimana melafalkan huruf-hurufnya, bagaimana membedakan satu huruf dengan yang lainnya dalam hukum dan tata cara pelafalannya, kapan bisa berhenti dan kapan terus membaca, dan tata cara lainnya. Ilmu tajwid, merupakan sebuah ilmu yang wajib dipelajari. Kata ulama, fardhu kifayah mempelajari ilmu tajwid. Bahkan tidak bisa sembarangan, harus ada ‘sanadnya’. Tetapi bukan berarti tidak bisa sama sekali belajar mandiri, karena bisa jadi kesulitan mencari guru yang ‘bersanad’.
Buku ringkas pelajaran ilmu tajwid ini mungkin cukup bermanfat sebagai langkah awal mempelajari ilmu tajwid. Bisa juga sebagai catatan kecil bagi mereka yang sudah pernah mempelajarinya jika sewaktu-waktu lupa agar dapat mengingatnya kembali. Bisa juga sebagai bahan memberikan pelajaran tajwid bagi anak-anak atau siapa saja yang ingin mempelajarinya melalui Anda.

Jumat, 13 Mei 2011

Nasyid Anak

Posted by Haryo-no 17.40, under , | No comments

Tags

Blog Archive