EcoBALL

Selasa, 31 Mei 2011

Masjid yang dulunya gereja

Posted by Haryo-no 21.03, under | No comments


Masjid Sentral Wembley

Masjid ini terletak di jantung kota Wembley, dekat dengan Wembley Park Station. Daerah ini memiliki komunitas Muslim besar dan banyak toko Muslim yang berada di sekitarnya. Gedung masjid ini sebelumnya juga merupakan bekas gereja. Walau sudah terpasang kubah di puncak menaranya, tapi kekhasan bangunan gereja masih nampak jelas. Dengan demikian, siapa saja yang melihatnya, akan mengetahui bahwa bangunan itu dulunya adalah gereja.
Selian masjid-masjid di atas, sebuah gereja bersejarah di Southend juga sudah dibeli oleh Masjid Jami’ Essex dengan harga 850 ribu pound sterling. Gereja dijual, karena jama’ah berkurang, sehingga kegiatan peribadatan dipusatkan di Bournemouth Park Road. Konseskwensinya, gereja ini sudah tidak beroprasi sejak tahun 2006 lalu. Rancananya gereja akan dijadikan apartemen, tapi gagasan itu ditolak oleh Dewan Southend. Akhirnya, gereja kosong itu dibeli oleh komunitas Muslim yang tinggal di kota itu, yang juga sedang membutuhkan tempat untuk melaksanakan ibadah.
Saat itu jumlah komunitas ini mencapai 250 orang, “gereja bekas” itu merupakan tempat yang sesuai, karena mampu menampung 300 jama’ah. Tidak banyak dilakukan perubahan pada bentuk bangunan yang telah berumur 100 tahun lebih itu, hanya perlu menambah tempat untuk berwudhu dan sebuah menara

Membuat Susu Kedelai

Posted by Haryo-no 00.22, under | No comments

Alhamdulillah Alloh telah menciptakan kedelai, sebuah biji yang mungil namun ranum menjanjikan keuntungan yang tak semungil tubuhnya. Tentu keranumannya hanya akan dipetik oleh yang mau menterampilinya saja. Dan perlu diketahui bahwa kedelai sangat ‘penurut’ untuk dijadikan apa saja yang bermanfaat untuk kepentingan manusia sebagaimana yang terlihat di masyarakat kita. Sebagai misal, untuk dijadikan susu kedelai.

Dengan resep berikut anda dapat mencobanya.



Bahan-bahan :

1. Kacang Kedelai – 1 kg
2. Gula pasir – sesuai selera
3. Garam – secukupnya
4. Daun Pandan – dua helai

Peralatan :

1. Blender
2. Kompor
3. Panci
4. Saringan kelapa (kain bersih)

Cara pembuatan :

1. Kedelai dicuci bersih lalu direndam di air bersih selama 6 – 9 jam, kira-kira sampai mengembang dan empuk. Gantilah airnya setiap 3 jam sekali.
2. Setelah itu bilas dengan air bersih sampai bersih.
3. Kemudian direbus sampai matang / agak empuk, lalu tiriskan.
4. Setelah agak dingin lalu diblender dengan perbandingan 8 liter air tiap 1 kg kedelai.
5. Kemudian hasilnya disaring dengan saringan kelapa atau dengan kain yang bersih. Penyaringan dapat dilakukan beberapa kali agar susu yang dihasilkan lebih baik.
6. Hasilnya berupa susu mentah kemudian direbus hingga mendidih sekali saja.
7. Kecilkan api dan biarkan di atas api sampai +- 45 menit. Atau cukup sampai mengeluarkan asap tipis (tidak sampai mendidih).
8. Sebelum mendidih tambahkan gula dan garam sesuai selera, juga masukkan daun pandan untuk penambah aroma.
9. Setelah itu berarti susu kedelai siap dihidangkan. Nikmat disantap hangat-hangat, segar bila sudah didinginkan, lebih menggairahkan bila dimasukkan kulkas pendingin.
10. Susu kedelai bisa divariasikan rasa dan khasiatnya. Misalnya, bila untuk vitalitas dan stamina tubuh bisa ditambahkan madu dan serbuk ginseng saat memasaknya. Bila untuk ibu hamil dan menyusui bisa ditambahkah daun katuk. Begitulah, disesuaikan selera dan kebutuhan.

Minggu, 29 Mei 2011

Kekuatan Sebuah Harapan

Posted by Haryo-no 20.59, under | No comments

Dahulu, ada seorang pengusaha yang cukup berhasil di kota ini. Ketika sang suami jatuh sakit, satu per satu pabrik mereka dijual. Harta mereka terkuras untuk berbagai biaya pengobatan. Hingga mereka harus pindah ke pinggiran kota dan membuka rumah makan sederhana. Sang suami pun telah tiada. Beberapa tahun kemudian, rumah makan itu pun harus berganti rupa menjadi warung makan yang lebih kecil sebelah pasar. Setelah lama tak mendengar kabarnya, kini setiap malam tampak sang istri dibantu oleh anak dan menantunya menggelar tikar berjualan lesehan di alun-alun kota. Cucunya sudah beberapa. Orang-orang pun masih mengenal masa lalunya yang berkelimpahan. Namun, ia tak kehilangan senyumnya yang tegar saat meladeni para pembeli. Wahai ibu, bagaimana kau sedemikian kuat?

“Harapan nak! Jangan kehilangan harapan. Bukankah seorang guru dunia pernah berujar, karena harapanlah seorang ibu menyusui anaknya. Karena harapanlah kita menanam pohon meski kita tahu kita tak kan sempat memetik buahnya yang ranum bertahun-tahun kemudian. Sekali kau kehilangan harapan, kau kehilangan seluruh kekuatanmu untuk menghadapi dunia“.

Kisah Seorang Kuli Batu

Posted by Haryo-no 20.02, under | No comments

Seorang kuli batu telah bekerja berjam-jam untuk menghancurkan sebuah batu yang sangat besar. Begitu kuatnya batu tersebut sehingga ketika palu sang kuli mengenainya, batu itu tak goyah, bahkan tak retak sedikitpun. Dia melakukannya berkali-kali sambil menghitung dalam hati. Pukulan ke 45, 172, 192… Dan tepat pada pukulan ke 201 batu itu pun retak, pecah berkeping-keping. Pertanyaannya, apakah pukulan yg ke 201 yg memecahkan batu tersebut? TIDAK!!! ke 200 pukulan sebelumnya SANGAT memberi andil atas pecahnya batu tersebut. Ke 200 pukulan itulah yang dinamakan PROSES, dan pukulan ke 201 adalah yang dinamakan KESUKSESAN!

Doa Untuk Sahabat

Posted by Haryo-no 19.58, under | No comments

Ingin ku kirim bunga, aku takut ia layu

Ingin ku kirim senyum, takut tak terbalas

Ingin ku kirim rindu, ku takut tak tersampaikan

Akhirnya ku kirimkan sebuah Doa, agar Sahabatku sehat selalu

Mencari Kerja Itu Mudah

Posted by Haryo-no 19.55, under | No comments

Ada seseorang saat melamar kerja, memungut sampah kertas di lantai ke dalam tong sampah, dan hal itu terlihat oleh peng-interview, dan dia mendapatkan pekerjaan tersebut.

”Ternyata untuk memperoleh penghargaan sangat mudah, cukup memelihara kebiasaan yang baik.”

Ubahlah Dirimu Sendiri Sebelum Mengubah Orang Lain

Posted by Haryo-no 19.49, under , | No comments

“Ketika aku muda, aku ingin mengubah seluruh dunia. Lalu aku sadari, betapa sulit mengubah seluruh dunia ini, lalu aku putuskan untuk mengubah negaraku saja. Ketika aku sadari bahwa aku tidak bisa mengubah negaraku, aku mulai berusaha mengubah kotaku. Ketika aku semakin tua, aku sadari tidak mudah mengubah kotaku. Maka aku mulai mengubah keluargaku. Kini aku semakin renta, aku pun tak bisa mengubah keluargaku. Aku sadari bahwa satu-satunya yang bisa aku ubah adalah diriku sendiri.

Tiba-tiba aku tersadarkan bahwa bila saja aku bisa mengubah diriku sejak dahulu, aku pasti bisa mengubah keluargaku dan kotaku. Pada akhirnya aku akan mengubah negaraku dan aku pun bisa mengubah seluruh dunia ini.”

Tidak ada yang bisa kita ubah sebelum kita mengubah diri sendiri. Tak bisa kita mengubah diri sendiri sebelum mengenal diri sendiri. Takkan kenal pada diri sendiri sebelum mampu menerima diri ini apa adanya.

Tags

Blog Archive